“Abbulo Sibatang berasal dari ungkapan Se’re bulo re’pe’ accera sitongka-tongka yang bermakna bahwa kita berasal dari satu sumber dan harus saling menopang. Ini bukan sekadar nilai tradisi, tetapi prinsip hidup yang membangun kekuatan kolektif,” ujar Putra Mahkota. Ia berharap nilai tersebut dapat menjadi landasan kerja nyata antara masyarakat dan aparat dalam menjaga harmoni sosial.
Melalui sinergi antara Kerajaan Gowa dan Polda Sulsel, pendekatan pembinaan masyarakat diharapkan menjadi lebih humanis, dialogis, dan menyentuh aspek emosional warga. Upaya ini sejalan dengan visi membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada struktur formal, tetapi juga kesadaran bersama sebagai satu komunitas yang saling terhubung.
Pertemuan diakhiri dengan dialog hangat dan foto bersama sebagai simbol kesepahaman untuk melanjutkan kerja sama yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi contoh model kemitraan berbasis kearifan lokal dalam memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan lingkungan masyarakat yang damai, rukun, dan saling mendukung. (*Rz)
