“Kegiatan ini juga menjadi wujud pelestarian budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga bersama. Momentum ini sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta toleransi antarumat beragama di Tomoni Timur,” ujar Yulius.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian perayaan Nyepi berlangsung, serta terus merawat kerukunan di tengah keberagaman.
Pawai ogoh-ogoh berakhir sekitar pukul 19.30 Wita. Seluruh ogoh-ogoh yang telah diarak kemudian dikembalikan ke pura masing-masing, menandai berakhirnya prosesi pengerupukan tahun ini. (#)
