Setitik Kepedulian di Masjid Mardhiyyah, Mengalir Menjadi Harapan untuk Sumatra dan Aceh

Ramzy
Ramzy 240 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Pada pukul 13.05 yang tenang, ketika angin siang seolah ikut menjaga keheningan, Masjid Mardhiyyah menerima sebuah piagam penghargaan dari Rumah Zakat. Bukan sekadar selembar kertas, tetapi simbol cinta kasih umat untuk saudara-saudara mereka di Sumatra dan Aceh yang tengah ditimpa duka.

Para pimpinan yayasan kebetulan tak berada di tempat. Yang tersisa hanya kami: aku, Pak Haji Kasman, Pak Abu, dan Rusmawan. Kami saling pandang, saling mendorong dengan senyum kecil yang terasa lebih seperti doa ketimbang basa-basi. Hingga akhirnya, dengan hati yang masih ragu namun penuh syukur, aku melangkah maju mewakili pimpinan—menerima piagam itu atas nama jamaah, atas nama kepedulian yang tak pernah padam.

Dana yang terkumpul memang tak lebih dari delapan ratus ribu rupiah. Angka yang kecil di atas kertas, tetapi besar nilainya di hadapan kemanusiaan. Hari itu aku belajar bahwa makna kepedulian tak pernah diukur dari nominal, melainkan dari ketulusan. Dari tangan-tangan yang memberi meski sederhana. Dari air mata yang berubah menjadi rahmat. Dan rahmat itu mengalir jauh, menjadi kekuatan bagi mereka yang kehilangan rumah, keluarga, dan harapan.

Namun bencana belum usai. Luka saudara-saudara kita masih terbuka, rumah-rumah masih merintih menahan sunyi. Karena itu, pada Jumat, 19 Desember 2025 mendatang, Masjid Mardhiyyah kembali menggandeng Rumah Zakat. Kami membuka pintu harapan, mengajak setiap hati untuk beramal, sekecil apa pun itu.

Agar kesedihan perlahan berkurang.
Agar kasih sayang terus mengalir.
Seperti doa yang tak pernah putus—turun dari langit, menguatkan bumi. ( ab )

Baca juga :  Karya Bakti Pengecatan Mushola Darul Iman Oleh Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bersama Warga
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!