Shalat Subuh di Masjid Tertua di Manado

Arafah
Arafah 301 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Belanda menangkap raja- raja nusantara dan diasingkan ke Manado, selain memudahkoan menguasai kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, juga dimaksudkan untuk memurtadkan mereka.

Prof. Hasan juga menyebut dua missionaris berkebangsaan Jerman dan Belanda 1831 Ridle dan Swarz setelah menyelesailan pendidikan di Belanda, datang ke Manado menyebar agama Nasrani. Hasilnya sampai sekarang mayoritas penduduk Manado 55 persen beragama Nasrani dan sisanya muslim.

“Tapi kami di Manado tidak tanya apa agamamu. Lakum dinukum waliyadin,” tuturnya. “Torang samua bersaudara,” kunci Abdullah.

Masjid tertua di Manado hanya berukuran 6 x6. Sekarang 25 x 30 mm. Lantai dua bisa tampung 750 jamaah.

Lantai atas bisa 300 jamaah. “Tapi pembangunan masjid masih jauh dari rampung. Dua menara masih menunggu uluran tangan dermawan. Begitupun rumah tinggal imam” kunci ketua badan pengurus masjid.

Di Kelurahan Islam kecamatan Tuminting ada tiga masjid. Aiptu Mustari Ali dari Polsekta setempat bangga dengan predikat kelurahan paling aman di Manado sejak beberapa tahun terakhir.

Di sini tidak ada anak muda yang mabuk tiap malam. Tidak ada tindak kriminal. Demikian wartawan senior pedomanrakyat.co.id melaporkan dari Manado. (*).

 

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Kejari Minahasa Terima Pembayaran Denda Perkara Korupsi Elan Tambajong dan Maykel Rangkang
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!