Lebih lanjut, Dr Tahir mengemukakan, kegiatan ini juga menjadi sarana memberikan motivasi kepada warga Barru di luar daerah agar kembali dan berkontribusi membangun kampung halaman. Ia mendorong pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk mempromosikan potensi Kabupaten Barru agar membuka peluang bagi para perantau.
Pengalaman pribadi selama merantau di Papua selama kurang lebih 10 tahun, menurutnya, menjadi bukti, pada akhirnya setiap perantau memiliki keinginan untuk kembali ke daerah asal.
Di bidang pengembangan daerah, Dr Tahir mengungkapkan rencana KKDB untuk turut berkontribusi di sektor pendidikan dan kesehatan. Salah satunya melalui rencana pembangunan rumah sakit yang akan mendukung fasilitas kesehatan pemerintah.
Ia menegaskan, kehadiran rumah sakit tersebut bukan untuk bersaing, melainkan sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian teknis dan telah dipresentasikan kepada pemerintah daerah.
Selain itu, KKDB juga tengah mempersiapkan pengembangan perguruan tinggi STIKES Yapika, yang direncanakan bertransformasi dengan penambahan Fakultas Kedokteran. Ke depan, institusi tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan rumah sakit yang akan dibangun.
Di akhir kegiatan, Dr Tahir berharap momentum silaturahmi ini mampu mempererat hubungan antar warga Barru yang sebelumnya belum saling mengenal. Ia menilai kegiatan tersebut telah membuka ruang pertukaran informasi yang berpotensi menciptakan konektivitas usaha dan kerja sama antar anggota. (Hdr)
