Soppeng Tanam Padi Perdana Program PM-AAS, Dorong Pertanian Modern

Mahyuddin
Mahyuddin 191 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Kabupaten Soppeng menjadi salah satu dari empat daerah di Sulawesi Selatan yang menerima alokasi program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) Tahun 2026 dari Kementerian Pertanian RI. Keempat kabupaten tersebut adalah Sidrap, Bone, Maros, dan Soppeng.

Pengungkapan itu disampaikan Kepala Badan Rekayasa dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI, Prof Dr Ir Fadjry Djufri M,Si, saat memimpin tanam padi perdana program PM-AAS di Appanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat (8/5/2026). Menurutnya, Soppeng diprioritaskan untuk pengembangan pertanian modern guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Program PM-AAS diperkenalkan usai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan ke sejumlah negara maju di bidang pertanian. Pada uji coba Tahun 2025 di Kecamatan Marioriawa, Soppeng, program ini berhasil mencapai produktivitas 10,4 ton per hektare (ton/ha). Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar program ini meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan yang digelar Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan ini menjadi simbol dimulainya transformasi pertanian modern di Soppeng melalui pemanfaatan teknologi. Sebagai daerah penopang stok beras nasional, Soppeng terus memperkuat langkah menuju pertanian era baru.

Bupati Soppeng H Suwardi Haseng SE, yang hadir bersama Forkopimda, camat, penyuluh pertanian, serta kelompok tani, menegaskan bahwa tanam perdana ini menandai awal transformasi pertanian lokal. "Petani selama ini menghadapi tantangan seperti perubahan cuaca, fluktuasi harga hasil panen, kenaikan harga pupuk, dan keterbatasan tenaga kerja," ujarnya.

Program PM-AAS hadir sebagai solusi dengan alat tanam modern, drone pertanian, pola tanam baru, serta pendampingan intensif penyuluh. "Teknologi bukan untuk menggantikan petani, melainkan meringankan pekerjaan dan meningkatkan hasil panen," tambah bupati.

Pada 2025, Soppeng menjalankan program ini di lahan 5 ha di Kecamatan Marioriawa. Tahun 2026, cakupannya melonjak menjadi 120 ha, yakni 100 ha di Liliriaja dan 20 ha di Marioriawa. Bupati mengajak semua pihak, termasuk penyuluh, kelompok tani, pemerintah, dan petani, untuk bersinergi demi keberhasilan program.

Baca juga :  Mencuri Motor Guru, Warga Mamasa Diringkus Unit Resmob Polres Tana Toraja

Di akhir acara, Kepala BRMP menyerahkan bantuan benih varietas Inpari 48 dan Inpari 32 sebanyak 7,5 ton kepada bupati. Selain itu, pupuk Petroganik dari PT Pupuk Indonesia diserahkan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Soppeng (TPHPKP). (ard)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!