PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Perhimpunan Filantropi Indonesia berkolaborasi dengan Humanitarian Forum Indonesia dan Forum Zakat menggelar Philanthropy Learning Forum (PLF) #85 Chapter Makassar secara daring melalui Zoom, Selasa (12/5/2026).
Mengusung tema “Sulsel Tangguh: Sinergi Filantropi Melawan Krisis El Niño”, forum ini membahas langkah-langkah mitigasi praktis untuk melindungi masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan akibat fenomena El Niño di Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dengan diikuti 101 peserta dari berbagai kalangan. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai penerapan teknologi panen air hujan hingga koordinasi penanganan krisis antara lembaga sosial dan pemerintah daerah.
Berdasarkan data BMKG Sulsel, anomali suhu muka laut menunjukkan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) mencapai +0,93 pada akhir April 2026. Kondisi ini memicu peningkatan hari tanpa hujan di wilayah timur dan utara Sulawesi Selatan.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengungkapkan bahwa tiga zona musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau, yakni wilayah Kepulauan Selayar, sebagian Takalar, Jeneponto, dan Gowa.
“Kami memprediksi intensitas El Niño berada pada level sedang. Namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Amson Padolo, menekankan pentingnya sinkronisasi data kebencanaan di 24 kabupaten/kota agar langkah mitigasi berjalan efektif.
