PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, memimpin doa bersama sebagai penanda berakhirnya Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Doa bersama tersebut digelar pada Sabtu (24/1/2026), sekaligus menutup rangkaian operasi yang telah berlangsung selama tujuh hari.
Kegiatan doa bersama diikuti seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat langsung di lapangan. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan kepada para korban serta refleksi atas pelaksanaan tugas kemanusiaan yang dijalankan di medan berat dan penuh tantangan.
Mohammad Syafii menyampaikan, Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup tepat pada hari ketujuh pelaksanaannya. Penutupan tersebut dilakukan atas ikhtiar maksimal di lapangan yang disertai doa dari keluarga korban serta seluruh personel SAR gabungan.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian pencarian, evakuasi, dan penanganan korban merupakan panggilan kemanusiaan yang dilaksanakan dengan keikhlasan, dedikasi, dan rasa tanggung jawab tinggi oleh semua unsur yang terlibat, tanpa dapat diukur semata dengan angka atau capaian administratif.
