Tak Ada Perampasan Lahan, Masyarakat Papua Dukung Cetak Sawah

Ramzy
Ramzy 23 Pembaca
8 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ia menambahkan bahwa pembangunan pertanian di Papua tidak hanya mengembangkan komoditas padi, tetapi juga tetap memperhatikan pangan lokal yang menjadi bagian dari budaya masyarakat.

“Ada padi, juga ada lahan untuk ubi kayu. Ada kehidupan masyarakat pangan lokal juga,” ujarnya.

Keberhasilan program tersebut turut terlihat dari capaian produktivitas lahan yang telah dikembangkan. Manager Balai Pengelola (BP) Bendung Tami, Rahman, mengatakan lahan adat yang kini diolah bersama masyarakat mampu menghasilkan produktivitas yang cukup tinggi.

“Lahan yang kita olah saat ini merupakan lahan adat yang dikelola bersama masyarakat. Produksinya bisa mencapai 5 sampai 6 ton per hektare. Untuk itu saya berterima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang sudah membuat program perluasan sawah ini. Mudah-mudahan kita semua bisa mensukseskan program Pak Menteri untuk menjadi swasembada pangan lokal maupun nasional,” kata Rahman.

Sementara itu, Yusuf Wona, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bendung Tami, mengaku merasakan langsung manfaat program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada program pemerintah ini. Karena dengan program pemerintah ini dapat membantu kami khususnya di wilayah Papua dalam menjaga ketahanan pangan,” ungkap Yusuf.

Manfaat program pengembangan sawah rakyat juga dirasakan oleh petani Orang Asli Papua (OAP) di Merauke. Roby Basik Basik, salah satu petani milenial yang mengembangkan usaha budidaya padi, mengaku kehidupannya mengalami perubahan signifikan sejak menekuni sektor pertanian.

Menurut Roby, hasil usaha tani yang diperolehnya selama ini mampu memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan membantunya membangun rumah dari hasil panen padi.

“Saya rasakan lebih enak, lebih sukses. Sampai saya bisa bangun rumah itu, ini pribadi saya. Itu gara-gara saya garap tanam padi dan pertanian,” ujar Roby.

Baca juga :  Piala Eropa 2024: Libas Georgia, Spanyol ‘Bentroki’ Jerman di Perempat Final

Tidak hanya itu, pertanian juga menjadi sumber penghidupan yang memungkinkan dirinya menyekolahkan anak-anak hingga berhasil meraih berbagai profesi.

“Anak-anak semua sekolah. Ada yang jadi tentara, ada yang jadi Kowad, ada yang bekerja di kesehatan. Itu dari pertanian saya usahakan,” katanya.

Roby mengatakan kondisi tanaman padi yang saat ini dibudidayakan tumbuh dengan baik. Bersama kelompok tani, ia terus melakukan perawatan intensif agar hasil produksi tetap optimal. “Hasilnya tetap baik,” ujarnya.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap petani terus diperkuat, terutama dalam penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas usaha tani masyarakat.

“Kalau untuk saya dari pemerintah, saya punya pengharapan. Untuk seterusnya itu saya harus bina, saya punya keluarga. Saya harus berjuang, harus semua harus begitu sama-sama. Harus bertani,” ungkapnya.

Program cetak sawah dan optimasi lahan merupakan bagian dari strategi Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengembangkan sentra produksi pangan baru di wilayah timur Indonesia. Selain pembukaan lahan, pemerintah juga memberikan dukungan berupa sarana produksi, mekanisasi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, pendampingan budidaya, serta penguatan kelembagaan petani.

Dukungan dari pemilik hak ulayat, pemerintah daerah, pengelola lapangan, hingga petani menunjukkan bahwa pembangunan pertanian di Papua berjalan melalui kolaborasi yang saling menguntungkan. Lahan tetap menjadi milik masyarakat adat, sementara pemerintah hadir sebagai fasilitator pembangunan yang membantu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, dan ketahanan pangan masyarakat. Berbagai kisah sukses yang muncul dari Jayapura hingga Merauke menjadi bukti bahwa program cetak sawah tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat masa depan masyarakat Papua. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!