PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Musyawarah Nasional (Munas) VIII Wushu Indonesia yang berlangsung di Hotel Aloft Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026), tidak sekadar menjadi agenda organisasi lima tahunan. Forum ini menjelma sebagai panggung konsolidasi nasional yang menegaskan tekad bersama untuk membawa Wushu Indonesia melangkah lebih jauh, dengan kehadiran 32 dari 33 Pengurus Provinsi sebagai simbol kuatnya persatuan daerah.
Di antara dinamika sidang dan pembahasan strategis, sosok Sekretaris Umum Wushu Sulawesi Selatan, Ayuzar Mansir, ST, SH, MH., tampil menonjol sebagai representasi semangat daerah yang progresif. Dengan gagasan yang tajam namun konstruktif, ia menegaskan bahwa masa depan Wushu tidak hanya bertumpu pada program, tetapi pada keberanian membangun ekosistem pembinaan yang kokoh dan berkelanjutan.
Bagi Ayuzar, kekuatan olahraga lahir dari sinergi. Ia mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pengurus pusat dan daerah agar setiap potensi atlet dapat dibina secara maksimal. Menurutnya, daerah harus menjadi motor penggerak prestasi, sementara organisasi nasional berperan sebagai penguat arah dan kebijakan strategis.
Dalam pemandangan umum peserta Munas, Ayuzar mengemukakan gagasan visioner mengenai pentingnya menghadirkan “bapak angkat” atau dewan kehormatan di tingkat provinsi. Kehadiran figur penyantun dinilai mampu memperkuat dukungan terhadap atlet, mulai dari pembiayaan hingga penyediaan fasilitas latihan yang memadai. “Jika para atlet merasa didukung sepenuhnya, mereka akan bertanding dengan kepercayaan diri tinggi dan mental juara,” tegasnya.

