“Program ini merupakan bentuk keberpihakan universitas kepada dosen muda agar mereka memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan studi doktoral di luar negeri. Kita ingin mereka fokus belajar, meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, dan mampu meraih skor IELTS di atas 6,5,” ujar Rektor.
Pelatihan dirancang secara intensif dan terarah dengan penguatan empat kompetensi utama Bahasa Inggris akademik, yakni listening, reading, writing, dan speaking. Selain itu, peserta juga dibekali strategi menghadapi ujian IELTS secara efektif serta kemampuan komunikasi ilmiah yang dibutuhkan dalam lingkungan akademik global.
Melalui program ini, Unhas menargetkan peningkatan jumlah dosen muda yang berhasil memperoleh skor IELTS sesuai standar universitas internasional. Sertifikat tersebut nantinya dapat digunakan sebagai kelengkapan administrasi untuk mendaftar beasiswa maupun program doktoral di luar negeri.
Kehadiran program ini diharapkan menjadi akselerator lahirnya lebih banyak akademisi muda Unhas yang menempuh studi lanjut di kampus-kampus terbaik dunia. Dalam jangka panjang, langkah tersebut akan memperkuat kapasitas riset, reputasi akademik, dan daya saing global Universitas Hasanuddin. (win)

