Ustadz Abdul Latief Minta Jamaah Majelis Syuhada Tidak “Masekke dan “Makeddi” Bersedekah Subuh

Ramzy
Ramzy 465 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, PAREPARE - Ustadz Dr. Abdul Latif Kadir, S.Pd.I, MPd, di hadapan ratusan pejuang Jumat subuh jamaah Majelis Syuhada yang memadati Masjid Besar Nurul Huda Kelurahan Labukkang Kota Parepare, Jum'at (24/4/2026) pagi, meminta untuk tidak malas bersedekah subuh karena ada dua kelompok malaikat yang menyaksikannya.

Oleh karena pada subuh hari itu, kata Pembina Ponpes DDI Ujung Lare Parepare, kedua kelompok malaikat melakukan pergantian shift yaitu antara malaikat yang bertugas malam dan yang bertugas pada siang harinya. Para malaikat ini berdoa kepada mereka yang bersedekah subuh maupun kepada mereka yang tidak bersedekah subuh kemudian melaporkan ke Allah SWT.

Tentu saja, lanjut Dosen DDI Mangkoso Kabupaten Barru ini, doa kelompok malaikat tersebut ada yang mendoakan untuk kebaikan, untuk kemudahan rejeki, dan untuk kesehatan bagi yang bersedekah. Sebaliknya yang tidak bersedekah mendapatkan doa yang tidak baik dari malaikat tersebut.

Menyinggung soal sedekah ini, Ustadz Abdul Latief mengatakan, ada dua sifat manusia tidak mau bersedekah. Dengan menggunakan bahasa daerah Bugis, dia menyebutnya orang pertama "Masekke" yaitu Kikir, kemudian orang kedua disebutnya "Makeddi" yaitu Pelit.

Menurut Ustadz Abdul Latief, orang pertama disebut Makeddi masih bagus karena memang tidak suka bersedekah dan membantu orang lain. Tetapi yang disebut Makeddi ini lebih parah, selain tidak suka bersedekah dan membantu, juga untuk dirinya sendiri dia berhitung-hitung.

Sebelum menutup ceramah singkatnya, Abdul Latief melontarkan ide kepada seluruh jamaah Majelis Syuhada bahwa sedekah subuh diatur kemudian dikumpul setiap minggunya. Bila terkumpul selama setahun bisa mencapai ratusan juta.
"Ini bisa menjadi dana Majelis Syuhada untuk kepentingan jamaah, misalnya sakit, butuh pendidikan anak-anaknya, butuh bantuan modal, bahkan bisa membangun masjid sendiri", ungkap Abdul Latief yang melontarkan ide kepada pengurus Majelis Syuhada Kota Parepare.

Baca juga :  Indomaret Kerjasama Pemkab Sidrap Operasi Pasar Minyak Goreng, Utamakan Warga Miskin

Muasis Majelis Syuhada Kota Parepare H. Bachtiar Syarifuddin, SE pada kesempatan itu, meminta para jamaah Majelis Syuhada yang rata-rata pernah muda itu untuk menjaga staminanya. Sebab hari Jumat Minggu depan, tepatnya tanggal 1 Mei 2026 akan berkunjung ke Mangkoso Kabupaten Barru. (takdir abduh).

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!