Selain upacara, kegiatan ini juga diisi dengan prosesi tabur bunga sebagai simbol penghormatan kepada para korban. Warga yang hadir tampak larut dalam suasana haru, mengingat tragedi besar yang pernah melanda Sulawesi Selatan.
Monumen Korban 40.000 Jiwa sendiri menjadi simbol perjuangan rakyat Sulawesi Selatan melawan penjajahan. Berdiri kokoh di Jalan Langgau, monumen ini mengingatkan generasi saat ini tentang harga mahal yang harus dibayar demi sebuah kemerdekaan.
Kompol Nurhaeni menutup dengan pesan penuh harapan : “Semoga generasi saat ini bisa terus menjaga semangat persatuan dan perjuangan seperti yang diwariskan oleh para pahlawan kita. Mari bersama-sama menjadikan peringatan ini sebagai motivasi untuk membangun bangsa yang lebih baik.”
Dengan peringatan ini, semangat perjuangan rakyat Sulawesi Selatan diharapkan tetap hidup dalam hati setiap warganya, menjadi inspirasi untuk terus maju dan menjaga persatuan bangsa. (*)
