Waketum GP Ansor: Mafia Pangan dan Narasi Feri Amsari, Sama: Bersatu Serang Swasembada Pangan

Ramzy
Ramzy 273 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Menurutnya, pola narasi yang terus meremehkan capaian pangan dapat berbahaya karena membuka ruang bagi kepentingan lama, ketergantungan impor dan distorsi pasar.

“Pertanian itu bukan cuma soal luas lahan. Ada air, benih, pupuk, teknologi, manajemen. Ini bukan panggung opini bebas tanpa tanggung jawab,” ujarnya.

Mabrur bahkan mengapresiasi capaian swasembada pangan yang merupakan buah dari berbagai kebijakan. Mulai dari pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, cetak sawah, penambahan alokasi dan kemudahan distribusi pupuk subsidi, dan penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) bagi petani.

“Yang kerja di lapangan paham ini. Yang tidak pernah turun, biasanya paling lantang menyimpulkan. Polanya selalu sama,” ucap Mabrur.

Menurut Mabrur, alih-alih mencari kesalahan, upaya pemerintah dalam menjaga pangan perlu diapresiasi capainnya hingga hari ini. dan itu kita harus kawal bersama.

Ia mengingatkan, politik kebencian sudah tidak relevan lagi. Perbedaan pilihan, beda afiliasi politik jangan jadi penutup mata dalam mengapresiasi capaian pemerintah khususnya ke isu strategis seperti pangan.

“Sudahlah. Politik kebencian Tidak perlu lagi Sekarang waktunya bersatu, bekerja untuk rakyat. Kalau ada capaian baik, hargai. Jangan kita disibukkan bangun narasi yang sesat” ujarnya. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Kapolres Pelabuhan Makassar Patroli Perairan di Kepulauan Sangkarrang
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!