Pada hari pertama pengecoran, masyarakat telah berhasil mengumpulkan sekitar 100 sak semen. Kegiatan gotong royong ini dilakukan secara bergiliran, mulai dari pagi hingga malam hari, tanpa mengganggu aktivitas utama warga sebagai petani.
Menurut warga, inisiatif ini dilakukan karena jika hanya menunggu perbaikan dari pemerintah, dikhawatirkan akan memakan waktu lama, sementara kondisi jalan terus memburuk, terutama saat musim hujan yang membuat jalan semakin licin dan lubang bertambah dalam.
Warga Dusun Jombe Selatan berkomitmen untuk terus melanjutkan perbaikan jalan di wilayah mereka secara bertahap.
Meski demikian, masyarakat tetap berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur jalan yang telah lama rusak tersebut. (Rizal)
