“Alhamdulillah, Bapak Gubernur punya pemikiran yang nyambung dengan tugas kami. Beberapa poin yang disampaikan punya sikap, niat, keinginan dan visi, bagaimana kita dapat membangun ASN yang handal, melayani, bermoral dan bertintegritas,” tambahnya.
Sementara, Prof. Agustinus Fatem menjabarkan, secara keseluruhan meritokrasi di Provinsi Sulsel sudah berada pada jalurnya.
Mengenai proses pengisian jabatan pimpinan tinggi, Agustinus menilai, semua instansi pemerintah di Provinsi Sulsel sudah mematuhi peraturan perundang-undangan.
Hanya saja, katanya, baru pada pengisian seleksi terbuka, sedangkan pada manajemen talenta (talent pool) belum berjalan secara penuh.
Menurutnya, Provinsi Sulsel dan beberapa kabupaten kota sudah dalam kategori baik.
“Beberapa kabupaten kota kategori baik, tetapi itu pun pengisian jabatannya belum pada manajemen talenta. Untuk itu kami mendorong kabupaten kota mengikuti provinsi,” harapnya.
Menyambut hal ini, Bupati Maros, Chaidir Syam menyambut baik penerapan Sistem Merit. Tahun ini di Kabupaten Maros sudah ada peraturan bupati terkait pola kinerja dan manajemen talenta.
“Memang tahun lalu kita masih mempelajari pola Sistem Merit ini dan tahun ini Alhamdulillah kita sudah menerapkan dan sudah membuat Perbup untuk pola kinerja dan pola manajemen talenta. Semoga itu bisa terlaksana,” kata Chaidir.
Dengan kehadiran KASN, pihaknya mendapatkan masukan seperti apa pelaksanaan pola Sistem Merit yang baik. (*)