Obituari Andi Rudiyanto Asapa, SH, LLM : Main Bola Sambil Bawa Badik

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

 

PADA tanggal 1 Mei 2022, sehari sebelum Idul Fitri dia mengirim “kartu lebaran” daring. “Keluarga A.Rudiyanto Asapa Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H Taqabbalallahu Minna Wa Minkum,” demikian tulisan di kartu lebaran tersebut yang terpampang di sebelah kanan atas, membawahi gambar menara masjid warna keemasan dan di samping kiri ada beduk dan di kanan ada kubah masjid.

Di bawah tiga ketupat berwarna hijau yang bergantung sebelah kiri, terdapat foto Andi Rudiyanto Asapa, SH, LLM dan dr. Felisitas Tallulembang, perempuan kelahiran Tana Toraja yang sudah memberi keduanya sepasang anak, Andi Seto Gadhista Asapa dan Gaby.

Pak Rudi berdiri di sebelah kanan (dalam gambar) mengenakan jas hitam dengan dasi warna ungu, sementara dr. Sita, demikian istrinya akrab disapa, duduk berbalutkan kebaya putih. Keduanya tersenyum manis.

Saya sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa itulah komunikasi terakhir kami – selalu – melalui media daring. Pria kelahiran Gorontalo 26 Mei 1957 itu, ternyata menghadap Ilahi Rabbi di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, ketika menunaikan ibadah umrah.

Almarhum menghembuskan napasnya yang terakhir di RS Annur Mekkah, Arab Saudi, Senin (30/05/2022) disaksikan istri tercinta dan putrinya Gaby, setelah Bupati Sinjai dua periode (2003-2008 dan 2008-2013) tersebut jatuh sakit, Kamis (12/05/2022) .

Main bola Bawa Badik

Antara tahun 1990-1996, interaksi saya dengan almarhum sangat kencang dan sering. Sekali seminggu – paling tidak – saya bertemu dengan almarnum di kantornya yang mungil, di Jl. Andi Mappanyukki, sebelah selatan kediaman Pak Ande Latief (alm).

Pada menjelang Jumat setiap minggu saya selalu menyambangi kantor karena akan meminjam sandal jepit milik Ulfa, sekretarisnya yang cantik dan sangat akrab dengan kami para wartawan, sebelum menunaikan salat Jumat di kediaman Pak Ande. Di kantornya pula saya berwudu dan minum kopi setelah kembali dari salat Jumat.

“Bos, mari pergi salat Jumat,” saya mengganggunya yang lagi serius membaca sesuatu disertai asap rokok mengepul tiada henti dari mulutnya, ketika nongol sejenak sebelum ke sebelah, kediaman Pak Ande, tempat salat Jumat.

“Pergi mi dulu, nanti kita pulang paki baru saya pergi,” sahutnya sambil tertawa, yang membuat saya juga ikut terkekeh.

Begitulah pergaulan saya dengan almarhum. Saya memang lebih tua tiga tahun dari almarhum. Ketika duduk lama di kantornya dan beberapa orang lainnya bergabung, kenakalannya yang selalu dikenangnya adalah ketika menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Unhas.

Sekali waktu dia bermain bola di lapangan kampus Baraya di sebelah barat Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Jl. Sunu. Almarhum menempati posisi sebagai penjaga gawang. Posturnya yang tinggi jangkung memang sangat cocok sebagai kiper. Jika dia bermain pada posisi selain itu, mungkin baru satu dua menit berlari mengejar si kulit bundar napasnya tinggal “satu-dua”, cepat habis. Soalnya, dia termasuk perokok kelas berat.

Baca juga :  Catatan dari Gustal (1) : Bernostalgia Sembari Berwisata Laut

Gawangnya nyaris tidak pernah mampu dites dari jarak dekat oleh pemain lawan. Jadi, selalu “dites” dengan tembakan jarak jauh, yang tentu saja sangat mudah dia jinakkan.

“Datang ‘moko’ (kau) di depan gawang, saya tikam ‘ko’ (kau). Ini ada badik saya bawa,” begitulah almarhum bernostalgia kepada saya yang disebutnya selalu menjadi wartawan foto yang mengabadikan kelakuannya. Saya sendiri sudah lupa, tetapi almarhum selalu mengatakan bahwa saya termasuk salah seorang “saksi mahkota” kelakuannya itu.

Almarhum sendiri pernah menceritakan kepada saya, ada seorang warga Makassar yang melintas di depan rumahnya dan terkesima melihat dirinya sedang mencuci mobil kesayangannya di bilangan selatan Kota Makassar. Orang itu agaknya mengenal baik almarhum dan mengetahui kalau dia pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Selatan.

“Iih..sederhananya ini orang. Calon gubernur mencuci sendiri mobilnya,” begitu kira-kira warga itu berpikir, seperti dikisahkan almarhum kepada saya.

Setelah lepas menjabat Bupati Sinjai dua periode (saya bersama almarhum Abdul Kadir Buloto pernah bertemu saat melakukan perjalanan dinas sebagai Pengurus KONI Sulsel), saya hanya bertemu sekali, yakni ketika menghadiri peringatan kematian ayahnya, Andi Abdullah Asapa, di belakang Kantor PU Sulsel suatu malam. Meskipun demikian, saat dia mengirim ucapan selamat hari raya, saya biasa langsung menelepon balik.

“Iih... di mana ini orang. Ada tulisan tidak ada gambar,” seloroh saya.

“Ada ja. Di Tangerang. Kapan ke Jakarta, saya tunggu,” balasnya.

Kini, Andi Rudiyanto Asapa sudah pergi. Saya pun tidak dapat lagi bercanda ria dengan dia, meskipun melalui sambungan telepon. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun.

Busana Terbaik

Pak Rudy, begitu biasa kami sapa, merupakan pria dengan seabrek prestasi dan penghargaan. Pria tenang, tetapi sangat galak di forum dan podium ini, pernah menerima penghargaan cincin emas sebagai tokoh Sulsel dari PWI dan Harian Bina Baru Makassar (1998).

Penampilannya yang selalu necis dan rapi, tidak mengherankan kalau Dra.Psy Okky Asokawati mengganjarnya dengan Peniti Emas sebagai Pria Berbusana Terbaik (1997).

Masih pada tahun yang sama, Fosdami Makassar merilis satu buku bersampul merah berjudul “Sepuluh Pengacara Terbaik/Favorit Sulawesi Selatan” dan almarhum salah seorang di antaranya.

Pada tahun 1998 dia menerima “Amanagappa Award” dari DPD Perhimpunan Sarjana Hukum Indonesia (PERSAHI) Sulawesi Selatan dan sebagai “Tokoh Reformasi Sulawesi Selatan”.

Baca juga :  Konsep Orisinal "Investasi Politik" Ruslan Ismail Mage

Setahun kemudian (1999) diangkat sebagai “Warga Kehormatan (Honorary Citizen) The City Of Rapid City State Of South Dakota Amerika Serikat sebagaimana ditulis wikipedia.co.

Pak Rudy menerima penghargaan sebagai Alumnus Berprestasi/ Terbaik dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2000). Masih pada tahun itu juga, menerima penghargaan sebagai salah satu dari “Tiga Puluh Advokat/Pengacara Terbaik Mellenium Kedua” dari Jurnalis Media Indonesia.

Setahun kemudian (2001) dia menerima “The Best Award Gold Priority 2001” untuk Bidang Reformasi Hukum dan HAM dari YP dan MPR Jakarta. Pada tahun itu juga, almarhum menerima “ASEAN Best Executive Award 2001” untuk Bidang hak Asasi Manusia dari KLIF dan IRDP.

Penghargaan Widyakrama dari Presiden Republik Indonesia atas keberhasilan dalam Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun di Bidang Pendidikan dia peroleh pada tahun 2006 ketika menjabat Bupati Sinjai periode pertama.

Pada saat yang sama juga menerima penghargaan di Bidang Kependudukan, menerima Penghargaan Anugrah Satya Lencana Manggala Karya Kencana yang diserahkan oleh Kepala BKKBN Pusat atas Prestasi Dalam Pengendalian Penduduk Melalui Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sinjai.

Masih pada tahun 2006 almarhum menerima penghargaan Medali Emas Peduli Pendidikan sebagai Bupati yang peduli Pendidikan dari Menteri Pendidikan Nasional. Agaknya, tahun itu dia banjir penghargaan. Dia dinobatkan sebagai Bupati Pelopor Pembebasan Akta Kelahiran dari Menteri Pemberdayaan Perempuan RI. Juga, menerima penghargaan Citra Bakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia atas Prestasi Dalam Hal Kinerja Pelayanan Publik.

Sepanjang tahun 2007 almarhum menerima penghargaan se-abrek. Mulai dari Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun itu pula dia menerima penghargaan International Best Executive Award 2007-2008 dari “ASEAN Programe Consultant”.

Penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan RI, penghargaan Lencana Kehormatan Satya Lencana Pembangunan Pertanian dari Presiden Republik Indonesia, penghargaan Leadership Award 2007 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, hingga penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia atas keberhasilan dalam tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota.

Pada tahun 2008 menerima banyak penghargaan. Mulai dari penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia dalm tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota.

Menerima “Penghargaan Produksi Pangan Nasional” dari Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. Menerima penghargaan satya Lencana Tata Karya dari Presiden Republik Indonesia. Menerima plakat penghargaan Tata Adi Nugraha dari Presiden Republik Indonesia. Menerima piagam penghargaan dari PT. Pos Indonesia atas segala bantuan dalam pelayanan bantuan langsung tunai (BLT) bagi rumah tangga miskin di Kabupaten Sinjai secara “door to door” .

Baca juga :  Membangun Dunia Lebih Adil dan Sehat

Sepanjang tahun 2009 Pak Rudy menerima medali dan penghargaan kebudayaan sebagai Pembina seni budaya dan pariwisata daerah dari Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) di Yogyakarta, Peniti Emas Harian Ujung Pandang Ekspress, Piagam Adipura untuk kategori Kota Kecil dari Presiden Republik Inonesia, Penghargaan Adibhakti Mina Bahari dari Mentri Kelautan dan Perikanan RI.

Penghargaan dari FIPO sebagai nominasi untuk kategori daerah dengan terobosan inovatif bidang pelayanan pendidikan, menerima Piala Upakarti dari Presiden Indonesia, dan menerima penghargaan KPID Award untuk kategori lembaga/insan peduli penyiaran.

Pak Rudy sepanjang tahun 2010 menerima beberapa penghargaan, seperti dari Menteri Riset dan Teknologi RI atas kebersihan di Bidang Percepatan Pelayanan Teknologi Informasi, Grand Award Bidang Ekonomi dari FIPO untuk kategori Inovasi Bidang Ekonomi Dalam Hal Pemberdayaan Potensi Lokal dan Pengentasan Kemiskinan.

Piagam Penghargaan Pemberdayaan Perempuan dari FIPO, menerima Piala Adipura untuk kategori Kota Kecil dari Presiden Republik Indonesia, Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM dari Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono atas Keberhasilan di Bidang Koperasi dan UKM.

Penghargaan “Satya Lencana Wahana Lestari” Bidang Kehutanan dari Menteri Kehutanan RI atas keberhasilannya dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan di daerahnya, dan penghargaan Sertifikat ISO 9001–2008 dari “Worldwide Quality Assurance” atas keberhasilannya dalam penerapan manajemen pelayanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten Sinjai.

Pada tahun 2011 menerima penghargaan dari KONI Sulawesi Selatan sebagai Ketua KONI Teladan Sulawesi Selatan.

Rudiyanto Asapa setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Hukum Unhas langsung menjadi pengcara praktik. Dia sempat menjabat Ketua Yayasan Pelayanan Hukum Kencana Keadilan Sulsel dan menjadi Advokat.

Pernah juga menjabat Director Law Firm Andi Rudiyanto Asapa, SH dan Associates, Direktur LBH Makassar, Sekjen Majelis Nasional PBHI dan HAM Pusat, Pimpinan Dewan Penyantun Yayasan LBHI Pusat, dan menjadi Penasihat Hukum sejumlah Pemda, seperti Gowa, Pemkot Makassar, Kabupaten Luwu Utara, dan Pemda Kab. Pangkep, serta Bupati Sinjai (2003—2008 dan 2008—2013).

Almarhum juga termasuk aktivis organisasi. Misalnya, pernah sebagai Pimpinan Dewan Pembina/Dewan Penyantun Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) (2005—2010), Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan (2011—), Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan (2010—2015), dan Anggota Badan Kerjasama Kabupaten Seluruh Indonesia, Sulawesi Selatan,

Kini pria pendiam dan tenang itu, telah pergi. Dia berpulang dan meninggalkan jasa dan kisah bagaikan, “gajah meninggalkan gading, dan harimau meninggalkan belangnya”. Selamat jalan Pak Rudy. Kami akan selalu mengenangmu dalam elegi yang tiada henti. (M. Dahlan Abubakar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Pahlawan-Pahlawan Kerajaan Bajeng Melawan Penjajah Belanda

Oleh : Drs. Abd. Kahar Pattola ( Raja Bajeng XIX ) PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ada suatu ungkapan bahwa “Setiap Masa ada Pemimpinnya dan setiap...

Bayi Terlahir di Puncak ‘Ncanga’ itu, Kini Profesor!

Oleh M.Dahlan Abubakar PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Matahari belum terlalu tinggi di belahan langit timur Desa Boro 21 Juli 2025....

KEMERDEKAAN DAN PANGAN KITA

Oleh : Muliadi Saleh Kemerdekaan bukan hanya soal mengibarkan bendera, melainkan bagaimana bendera itu tetap berkibar dalam perut yang...

Pramuka di Era Digital, Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa

Oleh: Andi Fahri Makkasau (Andalan Nasional / Kepala Pusdiklatda Sulawesi Selatan) PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ditengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang...