Disela-sela tabur bunga saat diwawancarai, Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso, mengatakan, dalam momen memperingati Hari Pahlawan Nasional Pongtiku mari kita kobarkan semangat juang Pongtiku dengan ikut menjadi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolres menambahkan, apa yang sudah dilakukan oleh Pahlawan Nasional Pongtiku kiranya dapat menginspirasi dan memotivasi kita untuk meneruskan perjuangannya. Peringatan Hari Pahlawan Pongtiku ini bisa dapat memberikan energi tambahan guna menggugah kesadaran kita untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dengan menanamkan nilai kepahlawanan.
“Peringatan Hari Pahlawan Nasional Pongtiku tidak hanya sekedar diingat saja namun lebih dari itu, perjuangan dan pengorbanan pahlawan nasional Pongtiku yang sudah mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia agar perlu terus dikenang sepanjang masa oleh kita semua,” ungkapnya.
“Perlu untuk kita ketahui, Pongtiku lahir di Pangala-Toraja tahun 1846 dan meninggal di tangan serdadu Belanda tanggal 10 Juli 1907, ia dikenal dengan nama Ne’ Baso, yang merupakan pemimpin dan gerilyawan Toraja dengan daerah operasi Sulawesi Selatan,” tutup Kapolres. (man*)