Salat Zuhur di Masjid H.M.Asjik, Pangdam XIV/HSN Bernostalgia

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Jenderal dua bintang ini, setamat SMA Negeri 2 Makassar, melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1984 dan tamat pada tahun 1988.

“Sejak masuk Akademi Militer, 38 tahun kemudian saya baru bisa menjabat Panglima Kodam yang penuh dengan perjuangan,” ujar jenderal yang sudah pernah menandangi sejumlah negara, seperti Turki, Siria, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, dan lain-lainnya.

Ia mengingatkan para jamaah, hendaknya bersyukur tinggal di Indonesia dan Sulawesi Selatan khususnya yang selalu dalam kondisi aman. Berbeda dengan banyak negara yang dilanda perang saudara seperti di Siria dan tetangganya.

Tidak hanya itu, penduduk bumi yang sedianya hanya layak dihuni 7 miliar jiwa, kini malah sudah disesaki penduduk 9 miliar. Jadi, dua miliar jiwa kelebihannya mengalami kesulitan tempat tinggal, lebih khusus lagi dalam pemenuhan bahan makanan. Oleh sebab itu, pada sejumlah negara Barat saat ini kesulitan mencari makan.

“Kita harus bersyukur, negara kita ini aman dan bahan makanan tersedia sangat cukup. Marilah kita menjaga kondisi yang baik ini dengan tetap saling menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan antarsesama,” harap Staf Khusus Kasad (2019-2020) tersebut.

Sang Jenderal juga mengharapkan agar sesama pemeluk agama Islam tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Kita semua bersaudara dan tidak boleh saling membenci dan bermusuhan.

“Nabi Muhammad SAW sebagaimana di dalam Piagam Madinah membuat perjanjian formal antara dirinya dengan suku-suku dan kaum penting di Madinah,” ujar Pangdam XIV Hasanuddin.

Piagam Madinah mengandung nilai-nilai demokrasi, antara lain persamaan, kebebasan, hak asasi manusia, musyawarah, dan toleransi. Di dalam Piagam Madinah itu, Rasulullah sudah mengajarkan pentingnya pendidikan akhlak.

Pangdam XIV Hasanuddin mengajak jamaah dan masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya tetap menjaga kebersamaan, persatuan, dan kesatuan sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga :  Makassar–Jepang Kolaborasi Wujudkan Smart Island di Kepulauan Sangkarrang

Usai memberi arahan, mantan Komandan Kodim Bontang dan Kepala Staf Korem 091 Aji Surya Natakesuma itu berfoto bersama dengan para jamaah. Bahkan ada seorang ibu disertai anaknya yang juga ikut salat zuhur di Masjid H.M.Asjik tidak mau ketinggalan berswafoto dengan mantan Asisten Intel Kodam XII Tanjungpura Pontianak (2010) tersebut. (MDA)

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Virtual Panen Serentak Jagung se Indonesia, Polri TNI dan Pemda Dukung dan Perkuat Swasembada Pangan

PEDOMANRAKYAT, LUWU UTARA – Pemerintah terus memperkuat langkah swasembada pangan daerah dan nasional melalui sinergi lintas sektor. Salah...

Inovasi Lokal dari Saung Tani Lutra Raih Penghargaan Nasional

PEDOMANRAKYAT, LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat...

Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikenal sebagai figur pemimpin dengan rekam jejak kuat di...

Tiga Nama Menguat Pimpin I AM Unhas: Mursalim Nohong, Dien Triana dan Abdullah Sanusi

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ikatan Alumni Manajemen Universitas Hasanuddin (I AM Unhas) resmi membuka penjaringan bakal calon Ketua periode...