Keragaman Dan Konflik

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar

Allah SWT berfirman dalam QS 5: 48, “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.”

Ayat di atas menegaskan, dikarenakan pilihan Allah SWT maka keragaman merupakan sesuatu di luar usaha manusia. Tarikh Ramadan mengemukakan, “Manajemen perbedaan yang ada merupakan tantangan yang harus diselesaikan seperti halnya menyelesaikan ketegangan batin seseorang.”

Dalam Islam, kemuliaan seseorang berdasarkan perbuatan dan prestasi yang dilakukannya, sehingga manusia dituntut senantiasa berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.

Keragaman merupakan kelebihan yang dimiliki oleh manusia. Mungkin agak naif bila tidak dikaitkan dengan realitas konflik yang terjadi. Terhadap konflik, Alquran mengajarkan kepada umat Islam pentingnya harmonisasi dan keadilan di antara umat manusia, QS 2: 251.

Tarikh Ramadan menegaskan, “Keragaman dan konflik merupakan sifat yang inheren bagi makhluk manusia. Manusia menghadapi tantangan dari sifat kemanusiaannya sendiri, bukan penolakannya terhadap pluralisme dan keragaman.”

Tugas tiap individu selanjutnya adalah mengatur pluralisme dan keragaman yang sudah merupakan hukum alam (sunnatullah), sebagaimana termaktub dalam QS, al-Hujurat: 13. Kesadaran manusia harus dilandasi oleh prinsip-prinsip keadilan dan moral, yang menjadi pegangan dalam membela hak setiap komunitas dan individu, sebagaimana yang termaktub dalam QS 22: 40.

QS 22: 40, menegaskan, bahwasanya Allah SWT mendahulukan gereja kaum Nasrani, sinagoge kaum Yahudi ketimbang masjid. Hal tersebut menunjukkan bahwasanya keberadaan kaum Nasrani dan Yahudi tidak dapat diganggu gugat, dan pada saat bersamaan kaum Muslim, diperintahkan untuk menghormati penganut agama yang berbeda. QS 10: 99.

Perbedaan keyakinan, sebagaimana perbedaan warna kulit dan bahasa, merupakan fakta yang harus diterima, dan hal ini harus dipertegas bagaimana upaya mewujudkannya. Prinsip hidup bersama dalam keberagaman dan hormat- menghormati dan keadilan QS 5: 8.

Baca juga :  HUT Dekranas Ke-43 di Medan Turut Dihadiri Ketum Dekranasda Pinrang

Dalam menghadapi setiap konflik kepentingan dan kekuasaan yang tidak dapat dihindari, pembuktian iman yang benar terletak pada penghormatan hak setiap individu. Jika hal yang terakhir ini diabaikan dan ketidakadilan merajalela, maka tanggung jawab manusia adalah melawannya. Allah A'lam.***

Makassar, 7 September 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...

Langkah Preventif Mitigasi Banjir: Lurah Kunjung Mae Inspeksi Saluran Air di Kawasan Strategis

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga seolah tak pernah padam dari nadi kepemimpinan Lurah...

KH Masse Laibu Terpilih Aklamasi Memimpin MUI Pinrang

PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Pelaksana tugas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pinrang, KH Masse Laibu, akhirnya terpilih secara...

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...