Hukum Sejarah

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin

Umat Islam pernah menjadi negara adi daya dan super power dalam sejarah umat manusia, dan hal ini sering dibangga-banggakan oleh umat Islam saat ini.

Ketika wujud kekhalifahan masih mampu melaksanakan kekuasaan efektif untuk wilayah yang cukup luas, yang mendekati konsep kekhalifahan universal, hubungan internasional antara negeri Muslim dan non-Muslim terjadi dalam kerangka pandangan tentang adanya Dar al-Islam, Dar al-Ahd, yang akhirnya berubah menjadi Dar al-Harbi, yang terakhir ini adalah wilayah yang boleh ditaklukan.

Namun, setelah dunia Islam mengenal berbagai kesatuan politik yang terpisah satu dari yang lain, maka konsep-konsep hubungan internasional tersebut semakin melemah. Malah ada saatnya, ketika Daulah Islam dalam peringkat internasional tidak tertandingi oleh negeri non-Muslim, hubungan internasional yang justeru ditandai oleh permusuhan yang pekat antara negeri-negeri kuat Islam sendiri, seperti sikap saling bermusuhan antara tiga Gunpowder Empires (Cak Nur), yaitu Moghul di India, Shafawi di Iran dan Ustmani di Turki.

Dalam barometer yang tidak lagi spektakuler seperti masa Islam klasik, ekspansi militer dan politik tetap dilaksanakan, khususnya oleh Turki Ustmani terhadap negeri-negeri Eropa.

Tetapi pembagian dunia tidak lagi dikotomis antara negeri non-Muslim dan negeri Muslim. Sebab tidak saja antara berbagai negeri Islam itu sendiri terjadi peperangan, tapi juga antara sebuah negeri Islam dengan negeri non-Islam itu sendiri terikat perjanjian pertahanan bersama justeru untuk menghadapi sesama negeri Islam.

Betapapun orang memandang hal ini sebagai penyimpangan dari ajaran Islam, namun hal tersebut merupakan bagian dari fakta sejarah, dan hanya dapat dijelaskan hanya dalam kerangka hukum sejarah.

Akankah ummat Islam akan belajar dari sejarah, atau menikmati ketidak bersamaan bersama saudaranya sendiri ummat Islam? Allah A'lam. ***

Baca juga :  Bahas Evaluasi Mandiri, Pemkab Sinjai Adakan Penguatan KLA

Makassar, 18 September 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Digelar Mei, Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam...

Dari Panrannuangta untuk Masa Depan: INTI Jeneponto Rayakan Dies Natalis ke-35 dan Wisuda Penuh Makna

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Minggu (11/01/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar ruang resmi pemerintahan,...

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...

Banjir Rendam Makassar, Dandim 1408 Pimpin Langsung Penyelamatan Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring...