Ketua Portina Sulsel : Memelihara dan Melestarikan Olahraga Tradisional Agar Konsisten Berada di Daerah Kita

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

“Saya sangat nyaman berada disini karena di Portina Sulsel itu dilatih kekompakan dan kebersamaan dengan seluruh atlet yang ada di sini, saya juga tetap bisa melestarikan permainan masa kecil saya,” jelas Rara tersenyum.

Senada dengan Rara, Reski Ayu pun merasakan hal yang sama dengan temannya yaitu Rara, bahkan berkat olahraga tradisional inilah Reski Ayu bisa bertanding hingga ke luar Sulawesi, hingga bisa bertemu dengan orang-orang penting, orang-orang baru, dan pergaulan yang baru.

Pelatih Portina Sulsel Zul Muhajir turut memberikan kesaksiannya selama melatih atlet Portina Sulsel, dirinya mengaku selama ini sarana dan prasarana belum memadai dibandingkan daerah-daerah lainnya di luar Sulsel.

“Alat-alat latihan yang selama ini kami gunakan belum memenuhi standar, nah kedepannya inilah yang akan kami benahi dulu di Portina Sulsel,” tukasnya.

Selanjutnya, atlet-atlet yang dibina ini kebanyakan dari mereka baru memulai dan baru tahu olahraga di Portina itu seperti apa.

“Memang mereka pernah memainkan olahraga tradisional ini waktu masa kanak-kanak, namun mereka belum memahami aturan-aturan olahraga ini,” jelasnya.

“Egrang, terompah panjang, asing-asing (hadang, red) dan lainnya sudah memiliki aturan baku yang telah dibuat oleh Kormi Pusat,” ujar Coach Zul.

Salah satu langkah yang ditempuh oleh Portina Sulsel untuk lebih memperkenalkan aturan-aturan dalam olahraga tradisional ini kepada atlet-atletnya adalah selain memperbanyak latihan, juga selalu mengajarkan terkait aturan-aturan permainan. Jadi balance antara latihan dan peraturan olahraga tradisional tersebut.

“Sebagai tim pelatih, saya senantiasa menganalisis terkait permainan dari daerah lainnya di luar Sulsel, misalnya dalam cabor Hadang, bagaimana permainan daerah lain, lalu coba kita terapkan pada atlet kami,” tambah Zul.

Saat ditanya oleh media ini terkait daerah yang kuat dalam olahraga tradisional ini, Zul mengatakan, sebagian pulau Jawa dan Bali, karena menurutnya mereka telah lebih dahulu memulai latihan dan kompetisinya.

Baca juga :  Gegap Gempita Pawai Ogoh-Ogoh di Tomoni Timur: Perayaan, Atraksi, dan Spiritualitas

“Saya banyak mendengar dari pelatih-pelatih lainnya, sebagian pulau Jawa dan Bali itu setiap bulannya mereka mengadakan kompetisi,” tandas Coach Portina Sulsel Zul Muhajir.(Hdr)

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Menulis Apa Adanya, Merawat Nurani: BugisPos Menapaki Usia 27 Tahun

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Tak semua media mampu menua dengan anggun. Sebagian gugur di tengah jalan, sebagian lain kehilangan...

Digelar Mei, Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam...

Dari Panrannuangta untuk Masa Depan: INTI Jeneponto Rayakan Dies Natalis ke-35 dan Wisuda Penuh Makna

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Minggu (11/01/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar ruang resmi pemerintahan,...

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...