“Alhamdulillah dari hasil panen bobot buah yang paling berat 13,5 kg. Masih ada sisa buah yang belum di panen menunggu buah tua beberapa hari lagi,” katanya.
Lanjut Aksan, saat ini masih ada pertanaman seluas 3 hektar dengan umir tanaman sudah 35 hari dan ditargetkan panen sekitar pertengahan bulan September 2024 mendatang.
“Saat sebelum memasuki ramadan lalu, dilahan ini kami bisa panen sampai lebih dari 60 ton dengan harga jual Rp 2.500 hingga Rp.3.000 per kilogram sesuai grade dan kualitas buah,” tambahnya.
Adapun bibit semangka yang dimanfaatkan adalah semangka non biji “amara f1″ disilangkan semangka biji ” baginda f1″.
Di melompkk tani ini pula dijadikan sebagai Sekretariat Penyuluh Swadaya Rumah Belajar Komoditi Semangka dan Cabai.
Penyuluh swadaya Rumah Belajar ini merupakan gagasan dari Pj. Bupati Sinjai dalam upaya untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif. (AaN)