Koko Jhon Dituntut 18 Tahun Penjara, Kuasa Hukum : Klien Kami Bukan Bandar

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Terduga pelaku penyalahgunaan narkoba berjenis sabu-sabu Ikving Lewa alias Koko Jhon dituntut 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut umum.

Kuasa Hukum Buyung Harjana Hamma SH, MH mengatakan, tuntutan yang di jatuhkan 18 tahun oleh jaksa penuntut Umum sangat memberatkan karena BB alias Barang Bukti sabu sabu seberat 7,6 gram bukan milik Koko Jhon.

“Kasus ini seakan telah terjadi penggiringan issu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, apalagi secara nyata dalam fakta persidangan semua barang bukti bukan milik klien saya (Koko Jhon, red),” jelasnya.

Buyung bersama timnya pun meminta majelis hakim agar dapat mempertimbangkan kasus tersebut alias dibebaskan segala tuntutan kliennya dan juga berkeyakinan Koko Jhon bukan bandar narkoba, karena tidak ada barang bukti yang membuktikan.

“Bahkan pada saat terdakwa digeledah oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di sebuah ruko dibilangan Jenderal Sudirman Kabupaten Bone, sama sekali tidak ada ditemukan adanya barang bukti berupa sabu-sabu,” ucapnya saat menggelar konferensi pers di salah satu Cafe ternama di bilangan Dr Sam Ratulangi Makassar, Rabu malam (04/09/2024) sekira pukul 20.15 Wita.

Lanjutnya, agar masyarakat tahu, fakta persidangan seperti ini tidak adil dengan 7,6 gram itu dituntut 18 tahun seolah-olah barang buktinya sekian kilo, dengan 7,6 gram itu Ikving Lewa dinyatakan sebagai bandar besar.

Sejak ditangkap pertengahan 15 Januari 2024 lalu, Buyung menyebut sebenarnya tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan langsung. Adapun 7,6 gram sabu berasal dari dua tersangka lain. Sabu itu dikemas dalam 46 plastik bening, tapi tak pernah dihitung berat bersihnya.

“Selama proses penangkapan hingga persidangan, dirinya mengaku sangat banyak upaya penggiringan opini publik yang menyatakan kliennya adalah bandar narkoba. Selama ini, tim kuasa hukum diam karena ingin melihat fakta persidangan namun di dalam persidangan banyak tidak sesuai diantara saksi dengan alat bukti,” Buyung Harjana Hamma SH, MH menandaskan.

Baca juga :  Polres Kolaka Gelar Operasi Zebra Anoa-2025

Di tempat yang sama Syaban Sartono Leky yang juga selaku Kuasa Hukum Koko Jhon mengatakan, yang jadi pertanyaan besar adalah kenapa Koko Jhon itu disebut bandar besar?.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Dari Panrannuangta untuk Masa Depan: INTI Jeneponto Rayakan Dies Natalis ke-35 dan Wisuda Penuh Makna

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Minggu (11/01/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar ruang resmi pemerintahan,...

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...

Banjir Rendam Makassar, Dandim 1408 Pimpin Langsung Penyelamatan Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring...

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...