Dari TPA Antang ke Puncak Rinjani: Kisah Ucok, Bocah Pemulung yang Jadi Penyelamat Internasional

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Di tengah hiruk-pikuk jagat maya, satu nama kembali menggema, “Agam Rinjani, atau akrab disapa Ucok. Aksinya yang nekat dan heroik dalam mengevakuasi Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang mengalami cedera di Gunung Rinjani, menyedot perhatian publik nasional dan internasional.

Namun, sedikit yang tahu bahwa di balik nama yang kini identik dengan keberanian dan pengabdian itu, tersimpan kisah getir, jenaka, sekaligus monumental tentang bagaimana anak pemulung bisa menjelma menjadi simbol perubahan.

Bagi Makmur Payabo, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Agam bukanlah sekadar berita viral atau tokoh sesaat. Ia adalah anak jalanan yang dilahirkan dalam kerasnya tumpukan sampah, namun tumbuh menjadi pemuda tangguh yang belajar berpikir dengan hati dan bertindak dengan nyali.

Makmur mengenal Ucok sejak masih sangat kecil. Saat itu, Makmur aktif mendampingi anak-anak pemulung di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, bersama Yayasan Pabbata Ummi (Yapta-U). Dari situlah, hubungan keduanya terjalin. Hubungan yang tidak sekadar pendamping dan dampingan, tapi seperti keluarga dalam ikatan perjuangan.

*Merakit Perpustakaan dari Sampah, Ketika Mimpi Tak Perlu Modal*

Salah satu kisah paling mengesankan tentang Ucok terjadi saat Yapta-U berinisiatif mendirikan Sanggar Kegiatan Warga (SKW) di TPA Antang. Saat ide membangun perpustakaan muncul, semua orang terdiam. Tak ada buku, tak ada rak, apalagi dana. Tapi Ucok punya cara berpikir lain.

Tanpa banyak bicara, ia mulai mengumpulkan buku-buku bekas dari tempat sampah. Tak peduli sobek, kotor, atau hampir hancur, buku-buku itu ia bawa pulang, dibersihkan, dan disusun. Setiap hari ia melakukannya, hingga satu per satu lemari di SKW terisi. Lahirlah sebuah perpustakaan mini dari tangan bocah pemulung, tanpa proposal, tanpa donatur, hanya dengan tekad.

Baca juga :  Demi Mencari Keadilan di Polres Parepare, Orang Tua Faturahman dan Kuasa Hukumnya Tidak Tinggal Diam

“Dia itu anak yang unik. Tidak banyak omong, tapi pikirannya jauh ke depan. Aksinya selalu konkret,” tutur Makmur dengan mata berkaca-kaca.

*Ucok, Si Berani Tanpa Ragu*

Ucok dikenal di komunitas bukan hanya karena kerja sunyinya, tapi juga keberaniannya. Ia beberapa kali diundang mengikuti pelatihan anak nasional, bahkan hingga ke Jawa dan Bali. Tapi karena keterbatasan biaya, ia berangkat sendirian, tanpa pendamping.

“Waktu mau ke Jawa, dia cuma minta diantar ke bandara. Dia bilang, ‘Nanti saya kabari kalau mau pulang ke Makassar. ‘Anak seusia itu, pergi naik pesawat sendiri, tinggal di kota besar, dan tidak pernah sekalipun membuat masalah. Luar biasa,” ungkap Makmur, di Kantor DP3A Makassar, Kamis (3/7/2025).

Namun, bukan berarti tanpa cerita lucu. Dalam Kongres Anak Nasional di Bali, Ucok sempat membuat panitia heboh karena berenang tengah malam dan mengajak peserta dari provinsi lain. Tamu hotel sempat mengeluh, tapi Ucok tidak merasa bersalah. “Katanya, mumpung di hotel besar, kolamnya bagus,” ujar Makmur sambil tertawa.

Program wajib minum susu dua kali sehari juga menjadi mimpi buruk bagi Ucok. Ia muntah-muntah karena tidak terbiasa. Sepulang dari Bali, Ucok harus dirawat di rumah sakit selama 12 hari hanya karena susu.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...

Langkah Preventif Mitigasi Banjir: Lurah Kunjung Mae Inspeksi Saluran Air di Kawasan Strategis

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga seolah tak pernah padam dari nadi kepemimpinan Lurah...

KH Masse Laibu Terpilih Aklamasi Memimpin MUI Pinrang

PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Pelaksana tugas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pinrang, KH Masse Laibu, akhirnya terpilih secara...

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...