Dua DPO Disebut di Persidangan, GEMPAK–HAM Desak Polda Sulsel Tuntaskan Kasus Sabu Yu

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Aktivis Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi–Hak Asasi Manusia (GEMPAK–HAM) Emil Salim mendesak Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan membuka kembali pengembangan perkara narkotika yang menjerat terpidana Yu alias A, menyusul terungkapnya peran dua orang lain yang hingga kini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam fakta persidangan dan dakwaan jaksa penuntut umum.

Emil Salim menegaskan, putusan bersalah terhadap Yu seharusnya menjadi titik awal untuk menuntaskan jaringan peredaran sabu secara menyeluruh. Dalam berkas perkara dan fakta hukum persidangan, secara tegas disebutkan keterlibatan MAF alias Daeng AF dan FA alias A sebagai pihak yang berperan dalam rantai peredaran narkotika tersebut.

Menurutnya, negara tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Fakta hukum yang telah diuji di persidangan merupakan dasar kuat bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri dan menangkap pihak-pihak lain yang diduga menjadi pemasok maupun pengendali transaksi.

Dakwaan Yu Ungkap Peran AF dan FA Alias A

Dalam Perkara Nomor 968/Pid.Sus/2024/PN Makassar, Jaksa Penuntut Umum Andi Pubrianti Samad, SH., MH mendakwa Yu alias AN melanggar Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada dakwaan pertama, jaksa menguraikan peristiwa yang terjadi pada Minggu, 12 Mei 2024 sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Gunung Merapi, depan Hotel Vindika, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Terdakwa didakwa tanpa hak menawarkan, menjual, membeli, menerima, serta menjadi perantara jual beli narkotika golongan I jenis sabu.

Peristiwa bermula saat terdakwa bertemu dengan FA alias A (DPO) di Lorong 55 Jalan Sungai Limboto, tepat di depan rumah MAF alias Daeng AF (DPO). Dalam pertemuan itu, FA menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk menyerahkan paket yang disebut seberat empat gram kepada pembeli. Meski sempat ragu, terdakwa akhirnya menyetujui setelah diyakinkan, barang tersebut bukan sabu, melainkan tawas.

Baca juga :  Donny de Keizer : Politisi dan Anggota Dewan Harus Bisa Jaga Mulut

Terdakwa kemudian bersama FA masuk ke rumah MAF alias Daeng AF. Di lokasi tersebut, AF menyerahkan satu amplop putih berisi empat sachet plastik klip berisi kristal bening. Amplop itu lalu dibawa terdakwa bersama FA menuju lokasi transaksi.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tiga Nama Menguat Pimpin I AM Unhas: Mursalim Nohong, Dien Triana dan Abdullah Sanusi

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ikatan Alumni Manajemen Universitas Hasanuddin (I AM Unhas) resmi membuka penjaringan bakal calon Ketua periode...

Awal Tahun, Pusjar SKMP LAN Tegaskan Komitmen Mitra PPNPN

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Suasana Aula Hasanuddin, Rabu (7/1/2026) siang, tampak berbeda dari hari-hari kerja biasa. Deretan kursi tertata...

Sinergi Tanpa Sekat, Musrenbang Kunjung Mae Fokus pada Skala Prioritas dan Visi “Muliakan Makassar”

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Komitmen untuk memacu roda pembangunan di Kelurahan Kunjung Mae terus dibuktikan secara nyata. Pada Kamis...

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Soppeng Gelar Panen Raya Jagung Serentak

PEDOMANRAKYAT, SOPPENG - Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Polres Soppeng menggelar...