Indonesia Rumah Kita: Merawat Persatuan, Menumbuhkan Cinta dan Menguatkan Keberagaman

Ramzy
Ramzy 339 Pembaca
6 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh: YMT. Sjahrir Tamsi

Indonesia bukan sekadar nama sebuah negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote. Indonesia adalah rumah besar yakni tempat puluhan ribu pulau berhimpun, tempat ratusan suku hidup berdampingan, tempat beragam bahasa, budaya, adat istiadat, dan keyakinan bertemu dalam satu ikatan kebangsaan.

Karena itu, ungkapan “Indonesia Rumah Kita” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan moral dan spiritual untuk merawat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.

Rumah, dalam makna terdalamnya, adalah tempat pulang. Tempat di mana hati merasa tenang, jiwa merasa diterima, dan setiap insan memiliki ruang untuk tumbuh.

Dalam hal kebangsaan, Indonesia adalah rumah bagi semua anak bangsa yang beragam tanpa membedakan agama, suku, etnis, bahasa, warna kulit, status sosial, maupun latar belakang budaya.

Di rumah bernama Indonesia, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk hidup aman, bermartabat, dan sejahtera. Di rumah ini pula, kita belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjarak, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

Persatuan dalam Keberagaman

Bangsa Indonesia dibangun di atas fondasi luhur Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Filosofi ini menegaskan bahwa Keberagaman bukan ancaman, melainkan anugerah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sehingga harus kita rawat bersama.

Dalam realitas kehidupan berbangsa, menjaga persatuan bukan pekerjaan mudah. Tantangan globalisasi, polarisasi sosial, arus informasi digital, hingga berbagai kepentingan politik kerap menguji kohesi nasional. Namun, justru di tengah tantangan itulah semangat Indonesia Rumah Kita menjadi sangat relevan: bahwa rumah ini harus dijaga bersama, bukan dirusak oleh prasangka, kebencian, atau intoleransi.

Sebagaimana sebuah Keluarga Besar, Indonesia akan kokoh jika seluruh penghuninya saling menghormati, saling menjaga, dan saling menguatkan.

Baca juga :  Operasi Antik 2025, Polres Bulukumba Amankan 13 Pelaku Termasuk 3 TO

Belajar dari Filosofi “Rumah Kita”

Sebuah lirik dan lagu legendaris God Bless berjudul “Rumah Kita” telah lama mengajarkan makna sederhana namun mendalam:

“Hanya bilik bambu tempat tinggal kita

Tanpa hiasan, tanpa lukisan

Beratap jerami, beralaskan tanah

Namun, semua ini punya kita

Memang semua ini milik kita sendiri

Hanya alang-alang pagar rumah kita

Tanpa anyelir, tanpa melati

Hanya bunga bakung tumbuh di halaman

Namun, semua itu punya kita

Memang semua itu milik kita

Haruskah kita beranjak ke kota

Yang penuh dengan tanya?

Lebih baik di sini

Rumah kita sendiri

Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa

Semuanya ada di sini

Rumah kita

Lebih baik di sini

Rumah kita sendiri

Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!