Akademisi Unanda Palopo Kecewa ke Gubernur Sulsel soal Pemekaran

Ramzy
Ramzy 290 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

​PEDOMANRAKYAT, LUWU RAYA – Akademisi Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Dr Abdul Rahman Nur khawatir, jika aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa, pemuda dan berbagai elemen masyarakat lainnya di Tana Luwu bergeser menyasar berbagai objek vital berskala Nasional yang ada di Tana Luwu untuk menyita perhatian Pemerintah Pusat.

Beberapa objek vital tersebut, disebutkan Abdul Rahman Nur seperti PT Vale Indonesia, PT Masmindo Dwi Area, termasuk PT BMS, dan Termasuk juga Bandara I Lagaligo Bua.

“Dan saya sudah mencium adanya gejala ke arah sana. Sebab, blokade jalan Trans Sulawesi yang dilakukan beberapa hari terakhir ini menuai protes masyarakat dan getarannya tidak sampai ke Pusat.

Kalau blokade beberapa objek vital itu benar-benar terjadi, maka resikonya sangat membahayakan. Ini perlu diantisipasi berbagai pihak terkait,” sebut Maman, begitu Dr Abdul Maman akrab disapa, dalam live SERUYA TV, Jumat (29/1/2026) kemarin.

Menurut Maman, blokade berbagai objek vital di Tana Luwu merupakan langkah ekstrem ini yang dinilai sebagai satu-satunya cara untuk memaksa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap aspirasi pemekaran wilayah di Jazirah Utara Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Cek Kesiapan Pelaksanaan Rakernas, Ketum DPP API : Akan Bahas Masalah Organisasi dan Pembekalan Anggota
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!