Anakkukang Blues : Sebuah Kerinduan

Ramzy 722 Pembaca
3 Menit baca

Anakkukang Blues, rindunya pada sesiapa gerangan.

Entah…

Pada ibu kandung “yang dengan sengaja membuang”?

Pada ayah “yang tak jelas rimbanya”?

Pada sanak saudara “yang tiada peduli”?

Atau, pada kampung halaman “yang tak ada dalam google map”?

Anakkukang Blues, agaknya, tak hendak menjawab semua itu. Ia hanya menawarkan sesuatu sebagai pembuluh rindu. Penawar rindu akan dahaga kualitas musikal bagi penikmat musik tradisional berbalut bahasa jazz dengan sinkopasi dan improvisasi. Dan sebuah idealisme.

Bahasa blues ala orang pedesaan Delta Mississippi, AS, memang tak begitu kental medoknya mewarnai namun Devian Zikri pada sax, dan Kadek Rahardika pada lead guitar, dua musisi tamu, membuat Anakkukang Blues cukup sudah melipur dahaga kita. Dahaga akan kerinduan pada sosok seorang Daeng Irate sebagai penggubah syair dan melodi Anak Kukang.

Dan tentu saja, dahaga kita pada lagu-lagu daerah Bugis Makassar, di tengah gempuran belantara maya dan digital.[]

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version