Untuk ke depan, Adnan menekankan pentingnya penyusunan program yang lebih prioritas dan realistis, mengingat keterbatasan anggaran. Ia juga mendorong adanya terobosan melalui pembentukan unit usaha yang dikelola oleh anggota Pramuka, mulai dari tingkat cabang hingga Kwarda, guna mendukung pembiayaan kegiatan organisasi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat setempat. Unit usaha tersebut diharapkan tidak hanya melibatkan anggota Pramuka, tetapi juga memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah usaha.
Adnan juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan audiensi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan. Dalam pertemuan tersebut, ia mengusulkan agar lahan hutan kritis di berbagai wilayah, termasuk di Sulawesi Selatan, dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat bersama Pramuka.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung swasembada dan rehabilitasi lahan, sekaligus menjadi peluang unit usaha produktif bagi anggota Pramuka. Program tersebut juga dapat dikaitkan dengan pengembangan sektor perkebunan, seperti kakao, yang saat ini menjadi fokus revitalisasi oleh Kementerian Pertanian.
Di akhir sambutannya, Adnan kembali membangkitkan semangat para andalan daerah dengan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program kepramukaan.
“Apapun program Pramuka, insyaallah kami siap membantu. Kuncinya adalah kebersamaan dan komitmen,” ujarnya. (Rizal)

