Bawa Misi Hijau ke Papua, Pesparawi Nasional 2026 Usung Konsep Ramah Lingkungan

Ramzy 216 Pembaca
5 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Panggung megah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV siap menggetarkan Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, agenda akbar dua tahunan ini tak sekadar kompetisi tarik suara, melainkan sebuah gerakan besar yang membawa misi kelestarian alam dan rajutan persaudaraan antarumat.

Penegasan tersebut disampaikan Menag dalam acara Kick Off Pesparawi Nasional XIV yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin, Jakarta. Menggunakan konsep hybrid, peluncuran resmi ini menjadi gong pembuka bagi seluruh rangkaian persiapan menuju perhelatan akbar di tanah Papua.

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran tokoh penting, mulai dari Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, hingga Ketua Harian Panitia Jacob Fonataba. Tak ketinggalan, para pimpinan gereja nasional, pengurus Lembaga Pengembangan PESPARAWI Nasional (LPPN), serta pejabat Eselon I dan II Kemenag juga turut mengawal momentum ini.

Kemeriahan kick off makin terasa berkat kehadiran virtual para Kepala Bidang/Pembimbing Masyarakat Kristen dan pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dari seluruh pelosok Nusantara.

Mengusung tema besar “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”, Menag mengetuk hati para peserta dan masyarakat luas. Ia mengajak semua pihak membangun kesadaran kolektif untuk menjaga bumi sebagai wujud nyata dari tanggung jawab moral serta spiritual.

Menag menekankan bahwa syiar keagamaan harus berdampak nyata pada bumi. Oleh karena itu, Pesparawi kali ini akan menerapkan aksi hijau yang ketat, seperti kewajiban membawa ‘tumbler’ pribadi, diet ketat plastik sekali pakai, sistem pengelolaan sampah yang solid, hingga kampanye gaya hidup berkelanjutan sepanjang acara.

“Lewat Pesparawi Nasional XIV, kita ingin mengirimkan pesan kuat bahwa spiritualitas dan kepedulian pada alam harus berjalan beriringan demi masa depan bangsa yang berkelanjutan,” tegas Menag.

Satu Nada dalam Keberagaman, Pererat Ikatan Kebangsaan

Lebih dari sekadar festival seni olah vokal dan musik, Menag memandang Pesparawi sebagai jembatan emas untuk memperkokoh persatuan bangsa lewat keindahan simfoni gerejawi yang sarat nilai luhur Pancasila.

“Pesparawi adalah bukti bahwa harmoni tidak butuh keseragaman. Indahnya alunan musik lahir karena perbedaan suara yang melebur dalam satu tujuan. Ritme kebersamaan inilah yang wajib kita jaga dalam merawat Indonesia,” tutur Menag filosofis.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version