PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Sejarah tidak hanya dipahami sebagai disiplin ilmu atau materi pelajaran di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi kreatif dalam karya sastra. Hal ini disampaikan penulis Adil Akbar dalam kegiatan Talkshow dan Bedah Buku bertema “Menghidupkan Sejarah dan Memikat Penerbit” yang digelar di Alliance Française Makassar, Minggu (19/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Adil Akbar memaparkan bahwa latar sejarah dalam cerpen yang ditulisnya merupakan strategi untuk menarik minat siswa agar lebih mendalami sejarah. Selain dikenal sebagai penulis, ia juga berprofesi sebagai guru di SMKN 10 Makassar.
“Cerpen berlatar sejarah saya gunakan sebagai pendekatan agar siswa lebih tertarik memahami sejarah,” ujarnya di hadapan peserta.
Penulis kelahiran Sungguminasa, Kabupaten Gowa ini merupakan alumni Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2016 dan melanjutkan studi Magister Pendidikan IPS konsentrasi Sejarah pada 2019. Ia mengaku banyak terinspirasi oleh para dosennya selama menempuh pendidikan.
Adil juga menjelaskan filosofi di balik judul bukunya, Secangkir Kopi yang Berkisah. Menurutnya, sebagian besar cerpennya lahir dari proses menulis di warung kopi, di tengah aktivitas dan interaksi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap cerpen yang ditulis berbasis riset, termasuk membaca berbagai referensi sejarah. Buku tersebut merupakan karya ketiganya setelah dua antologi sebelumnya, yakni Seorang Lelaki yang Berkisah (2021) dan Hikayat dalam Secangkir Kopi (2025).
Kegiatan ini dipandu oleh Oskar dari komunitas Diskusi Buku Bareng, serta dihadiri sejumlah tokoh literasi, akademisi, dan pegiat seni. Di antaranya Randy Prayuda dari Médiathéque Alliance Française, Yudhistira Sukatanya, Dr. Fadli Andi Natsif, dan Arif Sikki.

