Menurut Ali Yafid, kondisi kerukunan di Sulawesi Selatan tergolong baik. Hal itu tercermin dari indeks kerukunan umat beragama yang mencapai angka 82,3 atau berada di atas rata-rata nasional.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga persaudaraan serta menciptakan kehidupan sosial yang rukun dan damai.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Makassar, Mgr. Fransiskus Nipa, dalam sambutannya menyampaikan salam persaudaraan kepada seluruh hadirin dan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Muslim.
Ia menilai pertemuan lintas agama yang dirangkaikan dengan doa bersama dan buka puasa tersebut menjadi ruang yang baik untuk mempererat hubungan antar sesama, sekaligus menumbuhkan semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.
Menurutnya, kebersamaan seperti ini juga sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menempatkan keberagaman sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa. (Hdr)

