Bupati juga menyoroti ketimpangan distribusi guru yang harus ditangani secara strategis dan berkelanjutan. “Penumpukan guru di satu sekolah sementara sekolah lain kekurangan tidak boleh dibiarkan. Ini harus dibenahi lewat pemetaan jelas,” tegasnya. Ia menambahkan, kelebihan guru berisiko mengganggu pemenuhan jam mengajar, sertifikasi, serta kesejahteraan guru.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, mengungkapkan saat ini Soppeng surplus 130 guru. Namun, sejumlah wilayah masih kekurangan tenaga pengajar, sehingga menghambat optimalisasi layanan pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, menyatakan hasil rembuk akan dirumuskan menjadi rekomendasi Dewan Pendidikan. Rekomendasi itu nantinya disampaikan ke pihak terkait sebagai dasar kebijakan pendidikan ke depan. Tantangan utama, lanjutnya, adalah distribusi guru yang belum merata dan efektivitas pemanfaatannya di setiap satuan pendidikan.(ard)

