Cinta yang Keras dari Ruang Operasi

Ramzy
Ramzy 293 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Suasana ruang itu hari ini terasa berbeda. Bukan hanya karena sebuah ruang pertemuan baru diresmikan di lingkungan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Rabu,04/02/2026, tetapi karena nama yang tersemat di depannya membawa begitu banyak ingatan, ketegangan, rasa takut, sekaligus rasa hormat yang dalam.

Nama itu: Prof. dr. Achmad M. Palinrungi,Sp.B.,Sp.U

Di kampus UNHAS, khususnya di dunia pendidikan kedokteran dan bedah, beliau dikenal sebagai pendidik dengan standar yang nyaris tanpa kompromi. Bagi para mahasiswa dan dokter muda yang pernah berada di bawah bimbingannya, beliau adalah sosok yang mampu membuat ruang kelas mendadak sunyi hanya dengan satu pertanyaan.

Andhini L R Palinrungi, Sp.B., Sp.Onk , sang anak, dalam sambutannya menuturkan kisah tentang ayahnya bukan dengan nada keluhan, melainkan dengan pemahaman yang lahir setelah waktu dan pengalaman mengendap.

“Semua yang pernah diajar beliau pasti punya pengalaman yang sama,” kisahnya.
“Saat pertanyaan dilontarkan, ruangan mendadak hening. Jantung berdegup lebih cepat. Jawaban ada di kepala, tapi lidah terasa kelu.”

Bagi Prof. Achmad, kesalahan kecil dalam teori bukan perkara sepele. Ia percaya satu kekeliruan konsep bisa menjelma kesalahan besar di ruang praktik. Dan di dunia yang ia geluti—ruang operasi—kesalahan bukan sekadar nilai buruk. Taruhannya adalah nyawa manusia.

Sikap itu tak hanya hadir di ruang kelas UNHAS, tetapi juga di ruang operasi—ruang dengan standar tertinggi, di mana setiap gerakan harus presisi dan setiap keputusan tak bisa diulang. Di sanalah ia menanamkan disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab yang mutlak.

Rasa takut yang dulu dirasakan mahasiswa—keringat dingin, detik yang terasa panjang, tatapan tajam dosen di depan kelas—bukanlah bentuk kemarahan tanpa alasan. Itu, kata Andhini, adalah rasa takut yang sengaja “dihidupkan” di tempat yang aman: ruang belajar.

Baca juga :  Sidang KEPP Polres Soppeng Merekomendasikan PTDH Terhadap Briptu SW

“Beliau ingin rasa takut itu ada di kelas,” ujarnya. “Agar tidak ada rasa takut di ruang operasi.”

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!