PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Pagi itu, suasana di SD Negeri Parinring, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, terasa berbeda. Di sudut-sudut kelas, anak-anak tampak sibuk dengan caranya masing-masing. Ada yang menggambar penuh warna, ada yang menggunting dan menempel kertas, sementara yang lain berdiskusi serius menyusun ide. Semua bergerak dalam satu semangat yang sama: merayakan Hari Bumi.
Peringatan Hari Bumi tahun 2026 di sekolah ini mengusung tema “Our Power, Our Planet”—sebuah ajakan sederhana namun kuat bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini dirancang menjadi pengalaman belajar yang hidup dan membumi bagi para siswa.
Kepala UPT SPF SD Negeri Parinring, Andi Etty Cahyani, menyebutkan bahwa seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 5 dilibatkan aktif, dengan wali kelas masing-masing sebagai penggerak kegiatan. Setiap jenjang memiliki cara unik untuk memahami dan mengekspresikan kepedulian terhadap lingkungan.
Di kelas 1, imajinasi anak-anak dituangkan dalam gambar-gambar sederhana tentang bumi yang bersih dan hijau. Kelas 2 tak kalah kreatif, mereka merangkai kolase dari berbagai bahan menjadi karya bertema lingkungan. Sementara itu, siswa kelas 3 mulai mengasah pesan dengan membuat poster ajakan menjaga alam.
Memasuki kelas 4, pendekatan yang digunakan semakin kritis. Siswa bekerja dalam kelompok untuk mempresentasikan solusi atas persoalan lingkungan di sekitar mereka. Ada yang membahas sampah plastik, ada pula yang mengangkat isu penghijauan. Di kelas 5, kreativitas berpadu dengan teknologi. Para siswa membuat video kampanye lingkungan—pesan sederhana yang dikemas dengan gaya mereka sendiri.
Hanya kelas 6 yang tak ikut dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebuah tahap penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
Meski berbeda bentuk, satu benang merah tampak jelas: anak-anak menikmati setiap prosesnya. Beberapa memilih berkegiatan di luar kelas, merasakan langsung udara pagi sambil berkreasi. Yang lain tetap di dalam kelas, namun tak kalah antusias.
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, peringatan Hari Bumi di SD Negeri Parinring menjadi ruang belajar yang menanamkan kesadaran sejak dini. Bahwa merawat bumi tak selalu harus dengan langkah besar. Menjaga kebersihan, mengurangi sampah, hingga menanam pohon adalah tindakan sederhana yang bisa dimulai dari sekarang.
Ke depan, sekolah ini berencana mengembangkan kegiatan menjadi lebih kontekstual melalui outing class. Anak-anak akan diajak langsung ke lapangan—menanam pohon, membersihkan lingkungan, dan belajar dari alam secara nyata.
Di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks, langkah kecil dari ruang-ruang kelas ini menjadi harapan. Sebab dari tangan-tangan mungil itulah, masa depan bumi perlahan dibentuk. (Ardhy M Basir)

