Dari Kampus ke Desa: 202 Mahasiswa INTI Jeneponto Siap Menggerakkan Ekonomi Lokal Lewat KKN Berdampak 2026

Ramzy
Ramzy 461 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Langit pagi di Kampus Institut Turatea Indonesia (INTI) Jeneponto, Kamis (16/04/2026), menjadi saksi langkah awal ratusan mahasiswa yang bersiap meninggalkan ruang-ruang kelas menuju medan pengabdian.

Sebanyak 202 mahasiswa resmi dilepas dalam program KKN Berdampak 2026, mengusung tema “Pemberdayaan UMKM untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal.”

Suasana haru bercampur semangat terasa kental. Para mahasiswa, dengan atribut almamater yang rapi, berdiri dalam barisan, menunggu aba-aba keberangkatan. Di hadapan mereka, para pimpinan kampus dan tokoh daerah memberikan pesan yang bukan sekadar seremonial, tetapi juga penegasan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

KKN tahun ini akan menyasar enam kecamatan di Kabupaten Jeneponto, yakni Kecamatan Arungkeke, Tarowang, Binamu, Tamalatea, Bontoramba, dan Batang. Wilayah-wilayah ini dipilih sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian, khususnya dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

Bupati Jeneponto, Paris Yaser, yang turut hadir sekaligus menjabat sebagai Ketua IKA INTI Jeneponto, menekankan pentingnya kehadiran mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan di desa.

“Mahasiswa KKN harus mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat. UMKM di Jeneponto punya potensi besar, tinggal bagaimana disentuh dengan inovasi, pendampingan, dan semangat kolaborasi. Saya berharap kehadiran adik-adik mahasiswa bisa memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor INTI Jeneponto, Prof. Maksud Hakim, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN Berdampak bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian yang harus meninggalkan jejak.

“KKN ini bukan hanya tentang hadir di tengah masyarakat, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menciptakan perubahan. Kita ingin program ini benar-benar berdampak—ada UMKM yang naik kelas, ada ekonomi lokal yang bergerak, dan ada kepercayaan masyarakat yang tumbuh terhadap peran kampus,” tuturnya.

Baca juga :  Pemilihan Duta Anak 2022, Generasi Pelopor dan Pelapor Atasi Masalah Anak

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan YAPTI, Maysir Yulanwar, yang menekankan pentingnya sikap adaptif dan kepekaan sosial mahasiswa selama berada di lokasi KKN.

“Mahasiswa harus mampu membaca kebutuhan masyarakat. Jangan datang dengan program yang kaku, tetapi hadir dengan pendekatan yang membumi. Pemberdayaan UMKM itu bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal membangun kepercayaan dan kemandirian masyarakat,” ungkapnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi penanda bahwa kampus tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan denyut kehidupan masyarakat. Dari Jeneponto, harapan itu dikirim bersama langkah 202 mahasiswa—membawa ilmu, semangat, dan tekad untuk memberi arti.

Kini, perjalanan mereka dimulai. Dari kampus ke desa, dari teori ke praktik, dari wacana ke dampak nyata. (Ardhy M Basir)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!