Dari Reuni Alumni UIN Alauddin di Bima: (3) IAIN Bima Sentrum baru Pembangunan

Ramzy
Ramzy 810 Pembaca
9 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Dengan modal itu, komite ini bekerja dan biaya dari pemerintah dan seterusnya tidak ada. Kami membuka 9 program studi (prodi) dan pada 2021 kesembilan prodi itu sudah diakreditasi oleh BAN PT. Salah seorang asesornya Prof. Dr. Muslimin H. Kara, M.Ag. Beliau Profesor di Prodi Perbankan Syariah, Ada tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Islam, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemudian desain untuk Fakultas Syariah, dan Bisnis Islam, Hukum Keluarga, dan ada Hukum Perbankan dan Hukum Ekonomi Syariah. Untuk fakultas lain, Dakwah dan Usuluddin ada KPI, dan ada Ilmu Quran dan Tafsir. Ini sudah diakreditasi dan layak beroperasi pada tahun 2021.

Kendala waktu itu adalah lahan. Lahan di Kota Bima sampai saat ini belum selesai. Akhirnya, waktu pilkada yang lalu, setelah pendaftaran di KPU, Muhammad tiba-tiba ditelepon oleh seseorang yang tidak dia kenal. Ada sampai lima kali. Namanya Adi Mahyudi. Muhammad bertanya pada istrinya, “siapa ini?”.
“Calon bupati,” istrinya menjawab.
Akhirnya dia menelepon,
“Prof, katanya Prof masih kesulitan lahan untuk pendirian Kampus Perguruan Tinggi Negeri. Mohon doakan saya menang. Nanti kalau saya jadi bupati, Pemda Kabupaten Bima akan menghibahkan lahan,” kata Adi Mahyudi seperti ditirukan Muhammad yang kemudian terus berdoa seusai salatnya.
Sehari sebelum rakor di Jakarta ada pertemuan dan dinarasikan ada rencana perguruan tinggi negeri baru. Progresnya luar biasa dan jika mau mengikuti perkemnangannya bisa di facebook Prof.Muhammad. Perkembangan IAIN Bima pasti diunggah di facebook.

Sekarang ini sedang izin prodi. Dari 9 prodi yang sudah diakreditasi oleh BAN PT itu, Insha Allah akan segera direkomendasikan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag. Setelah itu akan berproses ke MenPAN RB. Semua dokumen akademiknya sudah disiapkan. Jadi ada 9 borang prodi dan satu borang institusi, ada akademik, dan ada statuta. Itu dikerjakan secara mandiri.

Baca juga :  Kapolres Bone Beri Arahan Kepada Personelnya

Insha Allah pada bulan April akan dikirim ke MenPAN RB dibahas dan disetujui organisasinya. Rektor dan wakil rektornya siapa. Di bawah kepala biro dan kepala bagiannya berapa. Setelah disetujui di situ baru diajukan ke Mensesneg untuk diserahkan ke Presiden untuk izin institusi.
Pada waktu yang lalu setelah menyerahkan sertifikat atas nama Kementerian Agama ke Sekjen, besoknya Pak Menteri langsung melapor ke Komisi VIII DPR RI bahwa ada dua PT IAIN akan didirikan di Indonesia, yakni IAIN Bima dan IAIN. Moho doa restu kita semua agar ini bisa berjalan lancar dan cepat diterima oleh pemerintah.

Dari kami sembilan tim inti, ada akta notaris, 4 di antaranya alumni IAIN Alauddin. Profl Thib Raya, Prof. Muhammad, Prof. Syarifuddin, dan Dr. Imran Rosadi dari Simpasai yang Hakim. Ada lima yang lain yang menjadi tim inti di akta notaris sebagai pendiri IAIN Bima. Mudah-mudahan tahun ini bisa keluar izin, paling tidak kita bisa menerima mahasiswa baru dengan jalur mandiri.

Yang tadi, “menara gading” yang banyak itu, kan kita masing-masing berjuang sendiri-sendiri, sesuai keahlian masing-masing, maka Bima Dompu ini akan maju. Ahli di bidang pendidikan, bergerak di bidang pendidikan, yang ahli di bidang ekonomi buat prodi pengembangan ekonomi, peternakan, dan sebagainya seperti itu yang harus kita lakukan ke depan.

Insha Allah Prof. Muhammad yakin IAIN Bima akan menjadi sentrum baru bagi pembangunan. Di desa Sondosia, ada bekas Gedung Fakultas Vokasi Unram di sana seluas 9,6 hektare. Beberapa waktu yang lalu, ada juga kawan Prof Muhammad yang mengontaknya untuk menghibahkan 4 hektare di desa Pandai. Untuk UIN ke depan syarat minimalnya 10 hektare. Untuk UIN ke depan dengan areal 13,6 hektare ini, sudah memenuhi.

Baca juga :  Eva Stevany Rataba Salurkan Bantuan PIP Kepada 4 Sekolah di Kecamatan Tikala

Ketika itu disampaikan ke Pak Bupati, Prof, Muhammad menanyakan, memang ada lahan Pak Bupati?

“Kalau Prof minta untuk membangun rumah, tidak ada. Tetapi untuk membangun lokasi pendidikan, ada,” kata Adi Mahyudi. (Bersambung-mda).

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!