PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Adi Akbar, menerima audiensi tokoh agama dan tokoh masyarakat Kelurahan Balang Baru dalam pertemuan yang berlangsung di Jalan Daeng Tata 3, Kecamatan Tamalate Kota Makassar.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penyampaian aspirasi warga terkait persoalan sosial-keagamaan yang hingga kini belum terselesaikan.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, para tokoh masyarakat menyampaikan kegelisahan mereka terhadap polemik penetapan imam kelurahan yang telah berlarut sejak 2024. Persoalan ini dinilai tidak hanya berdampak pada tata kelola keagamaan, tetapi juga berpotensi mengganggu harmoni sosial di tengah masyarakat Balang Baru.
Menanggapi hal tersebut, Adi Akbar menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk menjalankan fungsi pengawasan serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia memastikan bahwa setiap masukan yang diterima akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
“Terkait aspirasi yang disampaikan, insya Allah dalam waktu dekat akan saya sampaikan langsung. Kebetulan juga ada agenda monitoring dan evaluasi bersama Kabag Kesra. Ini akan menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian yang konkret, adil, serta mampu meredam polemik yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan tokoh agama, Abdul Kadir Daeng Sarro, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama masyarakat dalam mencari kejelasan atas persoalan yang belum terselesaikan.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga upaya kami menyampaikan langsung persoalan penetapan imam kelurahan yang sampai hari ini belum ada titik terang. Berbagai upaya sudah di lakukan, namun belum membuahkan hasil,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian tersebut telah memunculkan berbagai keluhan warga, khususnya dalam pelayanan keagamaan seperti pernikahan dan urusan sosial lainnya.
“Selama ini banyak keluhan warga terkait imam kelurahan, terutama dalam pelayanan keagamaan. Harapan kami, melalui pertemuan ini ada solusi nyata sehingga tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah warga,” tambahnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah. Dengan komitmen yang ditunjukkan oleh Adi Akbar, warga Balang Baru menaruh harapan besar agar polemik ini dapat segera diselesaikan secara tuntas, sehingga ketenteraman dan kepercayaan publik dapat kembali terjaga.
Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarief, menyatakan belum dapat memberikan tanggapan terkait polemik tersebut. Ia mengaku belum menerima laporan resmi secara lengkap.
Menurutnya, meskipun pernah ada aduan yang disampaikan, pihaknya belum memperoleh detail permasalahan yang jelas. Ia menekankan pentingnya kejelasan data dan kronologi sebelum pemerintah mengambil keputusan.
“Perlu ada kejelasan data dan kronologi sebelum pemerintah mengambil keputusan, agar penyelesaian yang dihasilkan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp, Jumat (3/4/2026). (*Rz)


