“Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga upaya kami menyampaikan langsung persoalan penetapan imam kelurahan yang sampai hari ini belum ada titik terang. Berbagai upaya sudah di lakukan, namun belum membuahkan hasil,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian tersebut telah memunculkan berbagai keluhan warga, khususnya dalam pelayanan keagamaan seperti pernikahan dan urusan sosial lainnya.
“Selama ini banyak keluhan warga terkait imam kelurahan, terutama dalam pelayanan keagamaan. Harapan kami, melalui pertemuan ini ada solusi nyata sehingga tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah warga,” tambahnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah. Dengan komitmen yang ditunjukkan oleh Adi Akbar, warga Balang Baru menaruh harapan besar agar polemik ini dapat segera diselesaikan secara tuntas, sehingga ketenteraman dan kepercayaan publik dapat kembali terjaga.
Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarief, menyatakan belum dapat memberikan tanggapan terkait polemik tersebut. Ia mengaku belum menerima laporan resmi secara lengkap.
Menurutnya, meskipun pernah ada aduan yang disampaikan, pihaknya belum memperoleh detail permasalahan yang jelas. Ia menekankan pentingnya kejelasan data dan kronologi sebelum pemerintah mengambil keputusan.
“Perlu ada kejelasan data dan kronologi sebelum pemerintah mengambil keputusan, agar penyelesaian yang dihasilkan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp, Jumat (3/4/2026). (*Rz)

