PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO – Langit Jeneponto siang itu seperti ikut merayakan. Terang, bersih, dan nyaris tanpa awan. Di tengah kebiasaan hujan yang kerap turun menjelang sore, Jumat, 1 Mei 2026 justru menghadirkan cuaca yang bersahabat—seolah memberi ruang bagi harapan untuk berdiri tegak di Hari Jadi ke-163 Kabupaten Jeneponto.
Di Ruang Pola Kantor Bupati, ratusan undangan memadati kursi-kursi yang tersusun rapi. Lebih dari 500 orang hadir, menyatukan semangat dalam tema yang diusung tahun ini: “A’bulosibatang, Ikhlas dan Bahagia.” Sebuah filosofi lokal yang mengajarkan persatuan, ketulusan, dan kebersamaan sebagai fondasi membangun daerah.
Momentum itu bukan sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi ruang dialog antara harapan dan kebijakan.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengawali sambutannya dengan apresiasi kepada Bupati Jeneponto Paris Yaser dan Wakil Bupati Islam Iskandar. Ia menilai keduanya mampu menjalankan amanah, terutama dalam pengelolaan bantuan keuangan tahun 2025 yang difokuskan pada pembangunan dan revitalisasi Stadion Turatea senilai Rp15 miliar.
Stadion itu kini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol investasi masa depan—ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berprestasi, dan membanggakan daerahnya.
Namun, sorotan utama hari itu justru datang dari sesuatu yang lebih mendasar: kebutuhan akan air.
Dengan gaya khasnya yang lugas, Gubernur Sudirman menantang langsung masyarakat yang hadir untuk menyampaikan kebutuhan mereka. Tantangan itu disambut antusias—tangan-tangan terangkat, suara-suara harapan mulai terdengar.
Menariknya, dari sepuluh orang yang diberi kesempatan berbicara, hanya satu yang meminta perbaikan jalan. Selebihnya, mereka serempak menyuarakan hal yang sama: air.
Sumur bor. Pompanisasi. Akses air bersih.
Di ruang yang penuh tepuk tangan itu, realitas berbicara jujur.
“Je’nek Ponto berarti air gelang. Namanya saja sudah air, masa kita kekurangan air?” ujar Sudirman, disambut riuh hadirin.
Dari semula bantuan pompanisasi yang direncanakan Rp1 miliar, ia langsung menggandakannya menjadi Rp2 miliar. Bahkan, Jeneponto disebut akan dijadikan pilot project untuk program pompanisasi di Sulawesi Selatan.

