Di Bawah Langit Cerah Turatea: Harapan yang Mengalir di Usia ke-163 Jeneponto

Ramzy
Ramzy 462 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Di titik itulah, peringatan hari jadi berubah makna—dari seremoni menjadi komitmen.

Tak berhenti di situ, Gubernur juga mendorong pendekatan berbasis perencanaan yang matang. Ia meminta Bupati Paris Yaser untuk menyusun desain kebutuhan pembangunan secara rinci.

“Sekarang kerja saya menggambar. Sudah ada 120 desain. Dengan desain, pemilik anggaran langsung paham apa yang dibutuhkan,” katanya.

Pernyataan itu membuka perspektif baru: pembangunan bukan sekadar usulan, tetapi harus terkonsep dengan jelas agar bisa segera direalisasikan.

Sementara itu, Bupati Paris Yaser dalam sambutannya mengakui keterbatasan fiskal daerah. Namun, ia tetap optimistis bahwa sinergi dengan Pemerintah Provinsi akan membuka jalan keluar.

Optimisme itu terasa nyata sepanjang rangkaian acara. Satu per satu agenda berjalan—dari peluncuran buku “Dari Desa Menyalakan Harapan” karya Hj. Salmawati dan tim, hingga penyerahan berbagai program perlindungan sosial.

Ratusan pekerja rentan—nelayan, petani, pekebun, hingga pekerja keagamaan seperti imam masjid dan marbot—mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sebuah langkah kecil namun berarti dalam menjaga keberlangsungan hidup mereka.

Di sisi lain, perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepakatan. Mulai dari perlindungan kekayaan intelektual, pencegahan narkotika, hingga optimalisasi pajak daerah—semuanya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi Jeneponto ke depan.

Peresmian gedung kesehatan, ruas jalan, hingga Stadion Mini Turatea pun menjadi penanda bahwa pembangunan terus bergerak, meski dengan segala keterbatasan.

Di antara tepuk tangan, sambutan, dan penandatanganan prasasti, ada satu benang merah yang terasa kuat: harapan yang tumbuh dari kebutuhan paling sederhana.
Air.

Di usia ke-163 ini, Jeneponto tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya. Ia sedang menata arah—menjadikan kebutuhan dasar sebagai prioritas, dan kebersamaan sebagai kekuatan.

Baca juga :  Dalam Suasana Hardiknas, Aliansi BEM dan OKP Pinrang Gelar Aksi Unjuk Rasa

Langit yang cerah hari itu mungkin hanya kebetulan. Namun semangat yang mengalir di dalam ruangan itu, adalah tanda bahwa masa depan Jeneponto sedang diperjuangkan—dengan ikhlas, bersama, dan penuh harapan. (Ardhy M Basir)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!