“Kami juga berterima kasih kepada bapak Bupati Wajo selaku Kepala Pemerintah Kabupaten telah memberikan supportnya selama ini terhadap pelaku-pelaku UMKM di Kabupaten Wajo karena hingga saat ini sekitar 10.200 data UMKM yang kami pegang dan itu sudah diverifikasi,” terangnya.
“Kedepannya kami akan memprogramkan untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah agar pelaku UMKM yang sudah terbentuk dapat diupgrade lagi dan dibina kembali. Kalau memang sudah mumpuni secara kemampuan, siap secara mental, kami akan melakukan pendampingan secara terus menerus untuk kemudian kita tingkatkan lagi dan tidak menutup kemungkinan kami akan tetap membuka pelaku-pelaku usaha yang baru,” ujarnya.
“Harapan kami bagaimana kemudian program-program pemerintah khususnya Kabupaten Wajo dan umumnya di Sulawesi Selatan terus bersinergi dengan pelaku-pelaku usaha mikro agar dapat meningkatkan perekonomian melalui pelaku-pelaku usaha UMKM,” kunci Muflih.
Sementara itu, Ketua Akumindo Sulsel M. Taufiq Nahwi Rasul sangat mengapresiasi gelaran Kick-Off Zona KHAS Lego-Lego. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bagus dalam mempromosikan dagangan hasil kerajinan para pelaku UMKM sekaligus menampilkan keunggulan roda tiga sebuah kendaraan yang membantu penggiat UMKM dalam mendisribusikan pemasaran hasil kerajinan UMKM ke titik-titik tertentu yakni tempat-tempat keramaian seperti yang terjadi saat ini disini.
“Kalau yang lainnya stay ditempat sementara roda tiga ini masih memungkinkan berpindah tempat dengan mudah mengangkut beberapa produk-produk UMKM yang ada,” tukasnya.
“Peran roda tiga cukup strategis dengan membantu mengefektifkan waktu mengunjungi titik tertentu, mendekatkan diri dengan market dan tentunya ini sangat membantu para pelaku UMKM menyentuh marketnya dalam waktu yang bersamaan ada disuatu tempat dengan mobile karena ada izin kendaraan dan layak untuk beroperasi menyelusuri beberapa jalan serta menempuh beberapa tempat titik di kota tertentu,” urai Taufiq Nahwi Rasul.
Melalui kendaraan tersebut, prodak-prodak kerajinan teman-teman UMKM yang ada di Kabupaten Wajo laris terjual mulai dari penganan kue-kue menyambut hari raya Idul Fitri, beberapa kripik, sambel dan masih banyak lagi aneka produk-produk UMKM yang kita sajikan di kendaraan tiga roda ini, nantinya konsumen tinggal memilih mana yang cocok untuk dicoba.
Taufiq Nahwi yang kerap disapa Bang Yosi menuturkan, bagi pelaku UMKM, peran pemerintah tentunya menjadi pengharapan karena dukungan UMKM untuk tumbuh ini sangat tergantung dari perhatian pemerintah.
“Tiga kelemahan yang kuat dari UMKM, pertama keterbatasan modal, pengembangan usaha dan inovasi serta digital marketing. Nah, tiga hal ini kalau mendapat support dari pemerintah tentu UMKM bisa dapat cepat berkembang, pelaku-pelakunya bisa lebih cepat berproduksi dan mendisribusikan sampai kepada tingkat komsumsi,” terang Yosi.
Ia menambahkan, saat ini Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) akan melakukan akselerasi dengan pemerintah dan kita coba dengan beberapa kabupaten kota. Misalnya, Kabupaten Wajo kita akan coba dan selanjutnya dengan pemerintah provinsi dan kabupaten kota lainnya sehingga kita harapkan secara bersamaan mereka tumbuh masing-masing dan mempromosikan prodak-prodak unggulan para UMKM yang ada di Sulsel.
“Sehingga kami berharap prodak-prodak yang selama ini tidak terdengar, terlihat dan tidak begitu terasa akan semakin terasa karena adanya supporting dari pemerintah sehingga akan tumbuh pelaku-pelaku UMKM untuk bersinergi masing-masing dan terutama dengan kehadiran kendaraan roda tiga ini sangat membantu mendistribusikan dan mempromosikan produk-produk serta menyentuh market-market yang ada disetiap daerah,” tutupnya. (*Rz)
