Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pihak, khususnya para calon kepala sekolah, agar hanya merujuk pada Surat Keputusan (SK) resmi yang telah disahkan dan diserahkan secara formal. Informasi di luar dokumen tersebut dinilai hanya bersifat spekulatif dan berpotensi menyesatkan.
“Kami meminta semua pihak tetap tenang dan fokus pada tugas pelayanan pendidikan. Peredaran draf yang belum final ini hanya akan menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu,” tandas Iqbal.
Senada dengan itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Dr. Mustakim, menegaskan, draf yang beredar diyakini bukan berasal dari internal Disdik Sulsel. Mantan Koordinator Pengawas ini menilai draf tersebut tidak memiliki dasar yang dapat dipercaya.
“Saya tidak tahu itu karena memang belum final. Bisa saja itu hanya cocoklogi. Apalagi tidak ada nomor surat dan tanda tangan tim. Jadi sebaiknya diabaikan saja,” ujar Mustakim.
Diketahui, informasi mengenai draf penempatan kepala sekolah tersebut beredar luas di berbagai grup percakapan dan menyasar hampir seluruh calon kepala sekolah. Bahkan, di sejumlah sekolah, muncul ucapan selamat kepada nama-nama yang tercantum dalam draf itu.
“Di sekolah kami sudah ada ucapan selamat dari teman-teman, terutama bagi yang namanya ada dalam draf. Semoga itu memang tidak benar,” ujar salah seorang pelaksana tugas kepala sekolah berinisial MW. (Hdr)

