Ditakuti Mafia Pangan, Mentan Amran “Jenderal Perang” di Kabinet Merah Putih

Ramzy
Ramzy 278 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ia juga menilai latar belakang keluarga turut membentuk karakter kepemimpinan Mentan Amran. Diketahui, Amran tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab.

Lebih lanjut, Guru Besar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia (UI) itu juga menyebut bahwa secara historis, Mentan Amran merupakan keturunan bangsawan Bugis, cucu dari Raja ke-16 Kerajaan Bone, Lapatau Matanna Tikka, yang dikenal sebagai pemimpin tegas, petarung, dan bijaksana dalam sejarah Sulawesi Selatan.

Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

Berbagai kebijakan percepatan produksi, penguatan distribusi, serta penindakan tegas terhadap praktik mafia pangan dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pendekatan yang cepat dan responsif tersebut dinilai mampu memberikan rasa aman bagi petani dan konsumen.

Dengan kepemimpinan yang kuat, terukur, dan berpihak kepada rakyat, Prof. Nur Sadik optimistis sektor pertanian Indonesia akan semakin tangguh dan berdaulat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Di mata pakar administrasi dan kebijakan publik, Mentan Amran banyak dibicarakan, gaya kepemimpinanya dijadikan contoh pembelajaran, hal itu terjadi karena satu-satunya Menteri di Kabinet Merah Putih yang mampu mencapai target program super prioritas presiden dengan tempo yang sangat singkat.

“Target Presiden Prabowo untuk capai swasembada pangan dalam waktu 1 tahun terbilang mustahil, bahkan para pakar bilang itu tidak mungkin, imposible dan bahkan di anggap mimpi belaka. Namun karena tugas berat itu diberikan kepada orang yang tepat, maka semua tercapai tepat waktu. Dan kita saat ini sudah ekspor Beras, dan bahan pangan lainnya, yang sebelumnya kita impor,” tutupnya. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Keadilan Tertunda, Pelaku Penganiayaan Bebas Melenggang. Korban Dianiaya Dihina Dan Di Lecehkan
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!