Forum PETIS, LAN Percepat Transformasi Layanan Publik

Rusdy
Rusdy 1.7k Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Bagaimana membuat inovasi tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi cara kerja birokrasi? Pertanyaan itu mengemuka dalam PETIS (Performance Talk Series) Seri IX yang digelar Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN RI, Jumat, 13 Februari 2026, di Lobi Depan Teras.

Tema yang diangkat, “Transforming Public Service Through Governance Innovation,” terasa relevan di tengah tuntutan publik atas layanan yang cepat, tepat, dan berdampak. Forum ini tak sekadar diskusi internal, melainkan ruang
belajar bersama tentang bagaimana tata kelola pemerintahan bisa diubah agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menjadikan Inovasi sebagai Cara Kerja

Suasana pagi itu santai, tetapi diskusi berjalan fokus dan hidup. Di antara peserta tampak Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muh. Aswad, yang mengikuti jalannya paparan dan dialog secara aktif. Hadir pula pegawai serta peserta Program
Magang Nasional Kemnaker Batch 3 di lingkungan Pusjar SKMP LAN.

Narasumber utama, Avrina Dwijayanti, S.IP., M.Phil., membagikan pengalaman mengikuti Short Course Governance Capacity Building: Leveraging Innovation for Effective Public Service – Transforming Public Service through Governance Innovation yang diselenggarakan oleh National Academy of Governance di Republik Rakyat Tiongkok pada 17–26 November 2025.

Bagi Avrina, pelajaran paling kuat dari kegiatan tersebut adalah cara inovasi diposisikan. “Tema besar yang kami pelajari adalah bagaimana inovasi tidak berhenti pada gagasan, tetapi dilekatkan langsung pada sistem kerja birokrasi.

Inovasi di sana diposisikan sebagai alat untuk memastikan pelayanan publik benar-benar efektif dan terukur,” ujarnya.

Seek Truth from Fact

Ia melihat pendekatan pelatihan yang sistematis dan berorientasi praktik. Lembaga pelatihan di Tiongkok, yang memiliki mandat serupa dengan LAN, tidak berhenti pada teori. “Seluruh desain pembelajaran diarahkan untuk memperkuat kapasitas governance melalui praktik, bukan sekadar teori,” kata Avrina.

Baca juga :  Ceramah Sekda Maros Perkuat Nilai Dasar ASN di Pusjar SKMP LAN

Prinsip seek truth from fact and avoiding empty talks juga menjadi catatan penting. Menurut Avrina, prinsip itu diterjemahkan dalam kegiatan yang efektif, efisien, dan minim seremoni. Energi organisasi diarahkan pada substansi
pelayanan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!