PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan pentingnya menjaga kekompakan serta kehormatan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial. Ia mengingatkan bahwa isu hoaks maupun pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab berpotensi merusak hubungan harmonis antara TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sehingga seluruh prajurit diminta tetap solid dan fokus pada tugas pengabdian kepada bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan usai memimpin upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 di Markas Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar, Jumat (13/2). Meski diguyur hujan deras, upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan penyematan pita kepada personel Polisi Militer sebagai simbol kesiapan menegakkan disiplin dan hukum. Kegiatan bertema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” itu turut dihadiri Pejabat Utama Kodam XIV/Hasanuddin, unsur pimpinan TNI–Polri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta jajaran satuan seperti Lanud Hasanuddin dan Lantamal VI Makassar.
Dalam arahannya, Pangdam menekankan bahwa sinergi merupakan fondasi utama keberhasilan setiap tugas negara. Menurutnya, tidak ada tugas militer maupun upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Karena itu, ia mengajak seluruh unsur untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga keharmonisan, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui kerja sama yang tulus dan berkelanjutan.

