
Ia juga menegaskan tidak ada ruang bagi oknum yang berupaya merusak kebersamaan. Solidaritas, kata dia, telah terbukti dalam berbagai operasi kemanusiaan ketika seluruh elemen bergerak tanpa menunggu perintah demi membantu masyarakat yang membutuhkan. Menutup arahannya, mantan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad itu menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh pimpinan di wilayah tersebut berkomitmen menjaga sinergitas demi rakyat dan kemajuan Indonesia, sebuah pengingat bahwa kehadiran aparat di tengah kesulitan masyarakat adalah wujud nyata hadirnya negara.
Operasi Gaktib dan Yustisi yang berlangsung hingga 31 Desember 2026 ini melibatkan Polisi Militer TNI AD, AL, dan AU sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI. Dengan semangat persatuan dan integritas, para pimpinan wilayah diyakini tetap berkomitmen menjaga sinergitas demi kemajuan Indonesia, menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah berbagai tantangan adalah cerminan nyata hadirnya negara untuk melindungi dan mengayomi masyarakat. (*Rz)

