Ia menilai keberadaan pers yang independen dan profesional sangat penting dalam mengawal jalannya pembangunan daerah agar informasi yang diterima masyarakat tetap objektif, transparan, dan akuntabel.
Ernesto juga menyebut peringatan HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas peran pers sebagai bagian dari perjuangan panjang demokrasi dan suara rakyat.
“Ini bukan hanya soal peringatan. Pers adalah bagian dari proses perjuangan panjang bangsa. Pers merupakan corong suara rakyat Indonesia,” ujarnya.
“Pers yang sehat akan melahirkan ekonomi yang berdaulat, dan bangsa yang kuat. Mari bahu-membahu bersama insan pers untuk memajukan Kabupaten Mamasa yang kita cintai,” katanya.
Sejalan dengan tema Hari Pers Nasional 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap kolaborasi dengan insan pers dapat mendorong terwujudnya transformasi daerah yang cerdas, sejahtera, dan harmonis. (wan)

