Bagi Wilianto Tanta, Imlek Nasional memiliki makna yang jauh melampaui perayaan agama dan budaya semata. Ia melihatnya sebagai simbol kuat harmoni dalam keberagaman Indonesia.
“Imlek Nasional adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah momentum untuk meneguhkan nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan sebagai satu bangsa. PSMTI berharap semangat Imlek dapat membawa energi positif, kedamaian, dan kemajuan bagi Indonesia,” ujar Wilianto, Selasa (20/1/2026), saat dihubungi melalui saluran WhatsApp.
Menurutnya, semangat kolaborasi dan gotong royong tercermin dari keterlibatan banyak pihak lintas kementerian, lembaga, dan organisasi masyarakat.
Penunjukan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional menjadi simbol sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi rakyat.
Rangkaian kegiatan Imlek Nasional 2026 dirancang tidak hanya menampilkan tradisi dan budaya Tionghoa, tetapi juga mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif nasional. Pelibatan pelaku UMKM menjadi salah satu fokus utama, sehingga perayaan ini diharapkan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
PSMTI dan seluruh pemangku kepentingan berharap Imlek Nasional 2026 mampu memperkuat persatuan dan kerukunan antar elemen bangsa, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, serta mempertegas peran ekonomi kreatif sebagai penggerak kesejahteraan rakyat.
Dari 22 hingga 28 Februari 2026, Lapangan Banteng tak sekadar menjadi lokasi perayaan. Ia akan menjelma menjadi panggung kebinekaan, tempat tradisi, iman, budaya, dan harapan bertemu—merayakan Imlek sebagai perayaan bersama, dalam semangat Indonesia yang satu. (ab/r)
